Kemenkeu Sudah Terbitkan SBN untuk Pasar Ritel Rp 103 Triliun per Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel 2025. Hingga 31 Agustus 2025, Kemenkeu telah menerbitkan Rp 103 triliun.
Angkat tersebut terdiri Rp 52 triliun penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan Rp 51 triliun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Ini menunjukkan meningkatnya minat investor ritel sehingga merupakan bagian dari pendalaman pasar domestik,” kata Suminto saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Suminto menjelaskan mengembangkan sebanyak delapan instrumen SBN dan SBN tematik di antaranya, green sukuk pasar global, green sukuk pasar domestik, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan CWLS Ritel, SDG Bond untuk global, SDG Bond untuk domestik, Samurai Blue Bond, SUN Ritel SDG, dan Kangaroo Bond.
“Instrumen dalam surat berharga kami baik terkait dengan tema climate, green, blue, social, dan sustainable. Baik dari sisi diversifikasi instrumen, baik dari sisi currency, kami membuat Kangaroo Bond dalam Australian Dollar yang mendapatkan receipt yang sangat baik dari investor dengan incoming book order mencapai 10x dari penerbitan kami,” kata dia.
Baca Juga
Dalam paparannya, Kangaroo Bond telah menarik sebesar AUD 800 juta.
Suminto mengatakan pemerintah juga menerbitkan surat berharga untuk pengembangan proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Penerbitan untuk penyiapan proyek sampai dengan financial close, untuk memastikan proyek infrastruktur dengan pihak swasta tercukupi pendanaannya.
Hingga saat ini terdapat 36 proyek yang telah ditandatangani. Estimasi nilai investasi untuk 36 proyek itu sebesar Rp 343 triliun.

