Ada Sentimen Demo Buruh, Rupiah Diproyeksikan Bergerak Melemah pada Kamis 28 Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah pada Kamis (28/8/2025). Berdasarkan data Bloomberg, meski sempat menguat pada pembukaan yaitu menguat 7 poin atau 0,04% menjadi Rp 16.361 per US$, menunjukkan pelemahan tipis 4 poin atau 0,04% menjadi Rp 16.372 per US$ pada pukul 09.51 WIB.
Analis mata uang Doo Financial Future Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah hari ini muncul karena sentimen demonstrasi buruh yang akan digelar di depan Kompleks MPR/DPR. Kesimpulan ini muncul karena, indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedang turun dan mata uang di kawasan Asia umumnya menguat.
“Boleh disimpulkan bahwa investor sedikit banyak terpengaruh oleh demonstrasi,” kata Lukman, kepada investostrust.id, Kamis (28/8/2025).
Data termutakhir pukul 10.12 menunjukkan dolar AS mengalami pelemahan terhadap beberapa mata uang di kawasan, kecuali dolar Hongkong yang menguat 0,09%. Terhadap yen Jepang, dolar AS melemah 0,12%. Sementara itu, dolar AS melemah terhadap yuan China sebesar 0,05%, dolar AS juga melemah terhadap won Korea Selatan sebesar 0,47%, dan peso Filipina sebesar 0,09%.
Lukman menjelaskan demonstrasi yang berjalan damai, sebagai bagian dari demokrasi dan menyampaikan pendapat, seharusnya tidak mempengaruhi rupiah.
Baca Juga
Dari luar negeri, pemangkasan suku bunga oleh the Fed, diproyeksikan akan meredakan tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, rupiah tidak akan terkerek besar.
“BI masih punya pekerjaan besar menurunkan tingkat suku bunga untuk menurunkan tingkat suku bunga, menyesuaikan dengan perekonomian Indonesia,” jelas dia.
Tetapi, menurut Lukman, penguatan rupiah yang besar belum tentu bermanfaat atau malah bisa buruk buat ekonomi secara umum. Belum lagi, penguatan besar rupiah sering diikuti oleh perlemahan besar tidak lama kemudian, oleh aksi ambil untuk spekulator.
“Jadi BI lebih menginginkan stabilitas nilai tukar daripada penguatan besar yang bisa mengundang volatilitas,” ucap dia.
Sementara itu, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi posisi rupiah bakal bergerak fluktuatif dan melemah di akhir perdagangan.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.360 hingga Rp 16.420 per US$,” kata Ibrahim.
Demonstrasi buruh pada hari ini menjadi salah satu sentimen yang dibaca pelaku pasar valas. Aksi demonstrasi buruh tersebut menyuarakan beberapa tuntutan, pertama, penolakan terhadap upah murah, penghapusan outsourcing, dan pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Waktu Kerja, dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan kerja.

