Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS, Rupiah Diproyeksi Menguat Senin 25 Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah pada Senin (25/8/2025) mengalami penguatan. Data Investing.com, pada pukul 08.42 WIB, menunjukkan posisi rupiah di pasar spot sebesar Rp 16.253 per US$ atau menguat 87 poin atau 0,53% dari posisi akhir rupiah pada Jumat (22/8/2025) sesuai Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang sebesar Rp 16.340 per US$.
“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp 16.285 hingga Rp 16.358 per dolar AS,” kata Andry, dalam keterangan resminya, Senin (25/8/2025).
Sebelumnya, rupiah mengalami tekanaan pada Jumat (22/8/2025). Kondisi ini karena imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun menjadi 0,45 basis poin (bps) menjadi 4,26%. Ini terjadi setelah Gubernur The Fed Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga AS dalam pidatonya di Jackson Hole.
Fokus perekonomian AS akan tertuju pada data pendapatan pribadi, belanja, dan indeks harga atau inflasi. Data lainnya yang mempengaruhi yaitu pesanan barang oleh industri AS yang terdampak tarif AS, data harga dan penjualan perumahan, serta survei kepercayaan konsumen.
Baca Juga
Pesaing utama AS, China akan merilis data resmi PMI Manufaktur pertama pada Agustus. Sementara itu, Bank Sentra Eropa (ECB) melihat terjadinya ruang pemangkasan suku bunga.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan pergerakan rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam menyusul pidato Powell di Jackson Hole yang relatif less hawkish," ujar Lukman.
Ia menambahkan bahwa pidato tersebut meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed
Lukman menyampaikan pergerakan rupiah pada Senin, 25 Agustus, diproyeksikan akan bergerak dalam kisaran Rp16.200 per dolar AS hingga Rp16.300 per dolar AS.
Data Investing juga menunjukkan indeks dolar mengalami pelemahan 0,91% menjadi 97,72. Berdasarkan Bloomberg, dolar AS melemah terhadap mata uang China, yen dan dolar Hongkong. Sementara itu, mata uang Jepang, yen, tertekan 0,48 poin atau 0,33%.

