Sebagian Besar atau 67% Dana MBG Asalnya dari Anggaran Pendidikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan asal anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp 335 triliun untuk 82,9 juta penerima manfaat pada 2026. Saat paparan di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Sri Mulyani menyebutkan bahwa sebesar 67% anggaran MBG berasal dari anggaran pendidikan yaitu sebesar Rp 223,6 triliun.
“Alokasi anggaran Rp 335 triliun adalah dalam bentuk yang dikategorikan anggaran pendidikan karena penerimanya adalah para siswa, sebesar Rp 223,6 triliun,” kata Sri Mulyani, saat rapat kerja Banggar DPR dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Bappenas, dan Gubernur BI, di DPR, Kamis (21/8/2025).
Sri Mulyani membantah keseluruhan anggaran MBG yaitu sebesar Rp 335 triliun masuk ke dalam anggaran pendidikan. Ini berbeda dengan penjelasan Bendahara Negara sebelumnya saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 yang digelar di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Kala paparan sebelumnya, anggaran MBG disebut masuk dalam komponen penerima manfaat siswa dan mahasiswa yang totalnya mencapai Rp 401,5 triliun.
“Jadi tidak seluruhnya Rp 335 triliun adalah anggaran pendidikan,” ujar dia.
Baca Juga
Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp 757,8 Triliun, Mendikdasmen Fokus Angkat Kualifikasi Guru
Anggaran pendidikan pada APBN 2026 mencapai Rp 757,8 triliun. Dengan kata lain, anggaran MBG memiliki porsi 29,5% dari total anggaran pendidikan.
Sementara itu, sebanyak 7% dana untuk MBG berasal dari anggaran kesehatan. Anggaran ini ditujukan untuk ibu hamil dan anak-anak usia dini. Pemerintah menyediakan sebesar Rp 24,7 triliun.
Di sisi lain, anggaran MBG juga menarik anggaran yang memiliki kategori fungsi ekonomi. Porsinya, sebesar 6%.
“Rp 19,7 triliun adalah fungsi ekonomi,” kata dia.
Meski demikian, dalam rapat di Banggar DPR, Sri Mulyani tidak memberi penjelasan secara spesifik apa yang dimaksud fungsi ekonomi dari MBG. Tetapi, dalam Buku II Nota Keuangan, fungsi ekonomi diarahkan untuk periode jangka menengah terhadap enam target, yaitu, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendukung pemerataan pembangunan; mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan ketahanan energi; pemanfaatan teknologi di bidang ketahanan pangan, energi, dan swasembada air; keberlanjutan program ketahanan pangan; dan pelaksanaan subsidi energi tepat sasaran.
Sementara itu, pemerintah juga mencadangkan anggaran sebesar Rp 67 triliun dari total anggaran MBG. Pencadangan ini ditujukan sebagai azas kehati-hatian dan efektivitas. Anggaran yang dicadangkan ini memiliki porsi 20% terhadap total anggaran MBG.

