Ramalan Terbaru BI, Pertumbuhan Ekonomi Global Semakin Melambat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) menyampaikan ramalan terbarunya terkait prospek pertumbuhan ekonomi global yang disebut akan semakin melambat. Ia menyebut kebijakan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu biang kerok dari ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Perry menuturkan, dampak dari penerapan tarif resiprokal sudah mulai terasa terhadap perekonomian global. Terlebih, meluasnya jumlah sasaran kebijakan tarif ini dari yang semula 44 negara menjadi 70 negara dikatakan oleh Perry cukup mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi global.
"Kebijakan pengenaan tarif tentu saja akan berdampak kepada kinerja ekspor antar negara karena tarif tentu saja akan menurunkan kinerja ekspor dan volume perdagangan antar negara," kata Perry dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) secara daring, Rabu (20/8/2025).
Menurut Perry, kebijakan tarif resiprokal secara keseluruhan berdampak pada kegiatan perdagangan antarnegara, khususnya dengan AS. Akibat dari kebijakan tersebut, menurunnya volume perdagangan diyakini BI juga berdampak pada aspek money transit. Sehingga demikian, asesmen terbaru BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan lebih dari perkiraan.
Baca Juga
Citi Indonesia Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari 4,7% Jadi 5% di Tahun Ini
"Kita perkirakan sebelumnya 3% pada 2025 dan demikian juga 2026 dengan kebijakan resiprokal tarif ini ada potensi lebih rendah," ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut dampak dari kebijakan tarif resiprokal oleh AS akan dirasakan berbeda oleh masing-masing negara. Ia mencontohkan, dampak dari kebijakan tarif resiprokal bisa saja mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara seperti China, Jepang, India, dan bahkan Eropa.
"Ini dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Dampak terhadap penurunan inflasi itu juga mulai nampak, sebagai dampak penurunan demand itu, dampaknya terhadap inflasi lebih cepat daripada supply constraint," ujarnya.

