Kemiskinan Kota Naik Gegara Pria Nganggur, Desa Malah Panen Harapan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Fenomena menarik terjadi dalam peta kemiskinan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru mengungkap bahwa kemiskinan kota naik, sementara desa justru membaik. Apa penyebabnya? Ternyata gegara banyak kaum pria yang menganggur di perkotaan.
Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di kota meningkat menjadi 11,27 juta jiwa atau 6,73% dari total penduduk, naik dari 11,05 juta jiwa (6,66%) pada September 2024. Deputi Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyebut bahwa biang utamanya adalah kenaikan pengangguran terbuka laki-laki di wilayah perkotaan.
Baca Juga
BPS: Lebih dari 52,66% Penduduk Miskin Nasional Berada di Pulau Jawa
Padahal secara nasional, angka pengangguran terbuka menurun dari 7,47 juta (Agustus 2024) menjadi 7,28 juta (Februari 2025). Namun, jika ditelisik lebih dalam, justru pengangguran laki-laki di kota naik dari 5,87% menjadi 6,06%. "Kenaikan ini berdampak langsung terhadap kemiskinan karena pria seringkali menjadi tulang punggung ekonomi keluarga," ungkap Ateng dalam rilis resmi BPS, Jumat (25/7/2025).
Tak hanya soal pekerjaan, kemiskinan kota terdongkrak oleh kenaikan harga pangan, seperti minyak goreng, cabai rawit, dan bawang putih. Ketergantungan warga kota pada pasar memperparah situasi.
Baca Juga
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun 0,1% Jadi 8,47% per Maret 2025
Sementara itu, desa justru mencatat kabar baik. Penduduk miskin di perdesaan turun jadi 12,58 juta jiwa (11,03%), dari sebelumnya 13,01 juta (11,34%). Faktor penyebabnya? Akses pangan lebih baik dan meningkatnya nilai tukar petani (NTP), yang membuat pendapatan petani ikut naik.

