Banggar DPR Setujui Penggunaan Dana SAL Rp 85,6 T untuk Tutup Defisit APBN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI setujui permintaan pemerintah untuk menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 85,6 triliun untuk menutup defisit APBN 2025. Keputusan ini disampaikan saat rapat kerja kesimpulan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBN 2025.
“Apakah disetujui?” tanya Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah di ruang Banggar, DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Pertanyaan itu dijawab setuju secara serempak para anggota Banggar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi keputusan yang dibuat Banggar DPR. Dengan persetujuan ini, pemerintah dapat menggunakan SAL untuk mendanai defisit yang lebih besar dari desain awal APBN 2025.
“Sinergi dan harmonisasi dari belanja pusat dan daerah akan terus kami tingkatkan di dalam memperbaiki kualitas pengelolaan anggaran dan efektivitas belanja,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menegaskan akan memperbaiki kualitas penerimaan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), dan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan terus berusaha untuk mencapai target penerimaan yang ditetapkan.
Selain menyetujui penggunaan SAL untuk menutup defisit, Banggar DPR menyetujui sejumlah capaian dan outlook APBN 2025.
Baca Juga
Banggar DPR menyepakai realisasi pendapatan negara yang yang mencapai Rp 1.201,8 triliun atau 40% dari target APBN 2025. Angka ini terkontraksi 9% dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Dengan persetujuan ini, parlemen mengamini realisasi penerimaan perpajakan yang seret pada angka Rp 978,3 triliun di semester I-2025. Angka ini 39,3% dari target APBN 2025 atau terkontraksi 4,8% dibanding realisasi semester I-2024.
Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi kinerja PNB yang mengalami tekanan akibat turunnya ICP dan volume produksi batubara dibandingkan periode sebelumnya. Peralihan dividen BUMN ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara juga menjadi sorotan masuknya uang ke negara. Realisasi PNBP semester I-2025 mencapai Rp 222,9 triliun atau 43,4% dari target APBN 2025.
Dari sisi belanja negara, pemerintah dan DPR sepakat dengan belanja yang mencapai Rp 1.406 triliun atau 38,8% dari pagu APBN 2025. Angka ini tumbuh 0,6% dibandingkan realisasi semester I-2024 yang sebesar Rp 1.398 triliun.
Kesepakatan lainnya yaitu realisasi Transfer ke Daerah (TKD) semester I-2025 yang mencapai Rp 402,5 triliun atau 43,8% dari pagu APBN 2025. Angka realisasi ini tumbuh 0,6% dari periode yang sama tahun lalu.
Dengan postur tersebut, defisit anggaran semester I-2025 mencapai Rp 204,2 triliun atau 0,84% dari PDB. Sementara, keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp 52,8 triliun.
Melihat realisasi semester I-2025, pemerintah memproyeksikan pendapatan negara pada semester II-2025 mencapai Rp 1.663,7 triliun. Dengan total di akhir tahun mencapai Rp 2.865,5 triliun.
Sementara itu, belanja negara diproyeksikan akan berada di posisi Rp 3.527,5 triliun atau meningkat di semester II-2025 sebesar Rp 2.121,5 triliun.
Dari sisi keseimbangan primer, pemerintah memproyeksikan akan berada di posisi Rp -109,9 triliun. Dengan begitu, defisit hingga akhir tahun mencapai Rp 662 triliun atau 2,78% dari PDB.

