Sri Mulyani: Kebijakan Fiskal Akan Tetap Ekspansif
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah masih akan menerapkan kebijakan fiskal yang ekspansif. Meski dalam kondisi ekonomi global yang menantang, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap didesain secara counter cyclical.
“Kita masih bisa mengumpulkan pendapatan negara tetap,” ujar Sri Mulyani di kantornya saat paparan APBN KiTa edisi Juni 2025, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Meski demikian, Sri Mulyani menyadari terjadi lonjakan realisasi belanja negara yang mengalami kenaikan menjadi Rp 1.016,3 triliun pada Mei 2025.
Sri Mulyani mengatakan APBN akan tetap diarahkan untuk menjaga kondisi ekonomi. Salah satu caranya yaitu memberikan restitusi untuk menjaga dunia usaha tetap memiliki daya tahan.
“Kita juga memberikan paket stimulus pada Juni-Juni ini dalam rangka untuk menggunakan libur sekolah,” ujar dia.
Baca Juga
Masih menurut Sri Mulyani, pemerintah juga memberikan intensif untuk sektor padat karya, UMKM, perumahan, dan otomotif. Selain itu, sebagian dari kekayaan negara yang dipisahkan diharapkan dapat dikelola Danantara untuk memutar ekonomi.
Sementara itu, rekonstruksi dan efisiensi sesuai Inpres 1/2025 tetap dijaga. Meski demikian, secara selektif, pemerintah juga tetap menganggarkan beberapa program prioritas nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
“Seperti program makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, sekolah rakyat,” ujar dia.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa pemerintah juga mengalirkan anggaran untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga inflasi. Ini terwujud dengan pemberian diskon listrik pada awal tahun, memberi dukungan untuk UMKM dan sektor padat karya.
Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan defisit APBN per Mei 2025 dilakukan untuk menghadapi kondisi tersebut.
“Dalam rangka untuk menjaga perekonomian,” kata dia.

