Sisi Cerah Ekonomi Indonesia! Pertanian Melesat, Pariwisata Menggeliat
JAKARTA, investortrust.id - Meski menghadapi berbagai tantangan global, sejumlah sektor ekonomi nasional masih menunjukkan pertumbuhan kuat. Beberapa sektor bahkan mencatatkan pertumbuhan di atas 5% pada kuartal I 2025.
“Sebetulnya ada beberapa sektor yang tumbuh lebih 5%. Artinya, tidak semua sektor itu under pressure, ini saya pikir satu hal yang patut disyukuri dan kita berharap ini bisa jadi engine of growth di 2025,” ujar Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani secara daring, dalam acara "Mandiri Macro and Market Brief 2025", Senin (19/5/2025).
Baca Juga
Ditopang Belanja Pemerintah, Ekonomi Kuartal II-2025 Diprediksi Cuma Tumbuh Segini
Menurut Dendi, pertanian menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, terutama subsektor tanaman pangan dan peternakan. Dengan capaian ini menunjukkan hasil program ketahanan pangan nasional.
“Ini sedikit banyak menunjukkan program ketahanan pangan sudah menunjukkan hasil. Tentu kita berharap ini akan terus konsisten,” katanya.
Dendi menyatakan, tujuan akhir sektor pertanian adalah meningkatkan produksi domestik serta mendorong ekspor. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan teknologi dan pola produksi yang tidak terlalu tergantung pada kondisi cuaca.
Selain itu, ia menekankan pentingnya diversifikasi produk pertanian, seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikomersialisasi. Upaya hilirisasi sektor pertanian juga menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah.
Sektor lainnya yang mencatatkan kinerja kuat, lanjut Dendi, berkaitan mobilitas dan pariwisata. Dalam 3 tahun terakhir, sektor jasa hiburan, transportasi, komunikasi, dan ekosistem pariwisata terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Tadinya kami pikir (pertumbuhan) ini hanya sesaat setelah pandemi, tetapi ternyata sampai sekarang masih tinggi. Memang analisis kami ini sangat terkait dengan pola prioritas belanja masyarakat yang sekarang lebih mengutamakan konsumsi untuk mendapatkan experience,” ucap Dendi.
Baca Juga
Ekonomi RI Masih Ngebut! Ini Jurus Airlangga Jaga Pertumbuhan Saat Global Mengguncang
Ia juga menyoroti sektor komoditas yang meski diperkirakan terkoreksi, tetapi tak akan mengalami penurunan tajam. Namun, Dendi mengimbau pelaku usaha di sektor ini untuk tetap efisiensi agar margin keuntungan terjaga.
“Kita tidak menskenariokan akan ada crash pada harga-harga komoditas, tetapi konsekuensi harga ini tentu (membuat) profit margin akan turun. Artinya, perusahaan atau pelaku usaha di sektor komoditas ini harus bisa melakukan efisiensi sehingga profit margin-nya relatif bertahan,” katanya.
Dendi mengungkapkan, berdasarkan data Bank Mandiri, sebanyak 48,57% sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan di atas 5%. Ia menilai, hal ini menunjukkan daya dorong yang cukup kuat terhadap ekonomi nasional. "Tentunya diperlukan dukungan kebijakan yang tepat untuk mempertahankannya," kata dia.

