Tingkatkan Pembelian Barang dari AS, Airlangga: Salah Satunya Komponen 'Refinery'
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia berencana mengompensasikan surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang mencapai US$ 17 miliar atau Rp 285 triliun (kurs Rp 16.800) dengan membeli barang dari AS. Salah satunya komponen kilang minyak (refinery).
“Indonesia akan membeli barang dari AS sesuai kebutuhan Indonesia. Nilainya mendekati (US$ 17 miliar)” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Airlangga mengatakan, jenis impor komoditas dari AS mayoritas dari sektor agrikultur. Padahal, tarif komoditas pertanian dari AS, seperti gandum dan kedelai sudah rendah alias 0%.
Baca Juga
Trump Melunak, Smartphone, Laptop, dan Semikonduktor China Tidak Kena Tarif Tinggi
Selain dua komoditas itu, pemerintah juga akan meningkatkan impor kapas dan produk minyak dan gas. “Di samping itu, Indonesia juga sedang mengerjakan proyek strategis nasional (PSN) mengenai pembangunan refinery (minyak) dan mungkin salah satu komponennya kita beli dari Amerika,” ujar dia.
Komponen-komponen utama dalam suatu pabrik penyulingan minyak (refinery) meliputi tangki, unit distilasi, fasilitas pemulihan gas dan hidrokarbon ringan, serta sistem utilitas, seperti instalasi uap, listrik, dan pengolahan air.
Kementerian Perdagangan akan mempertebal volume impor produk AS dengan melakukan beragama kajian. Selain itu, pemerintah juga mengidentifikasi negara tujuan ekspor Indonesia. Meski begitu, pemerintah belum dapat memastikan tujuan ekspor tersebut.
Airlangga menjelaskan, pemerintah sedang menyiapkan non-paper untuk negosiasi dengan AS, terkait non-trade measures atau non-tariff barrier. Salah satunya deregulasi berbagai aturan, termasuk ekspor, impor, dan sebagainya.
TKDN sektor ICT
Khusus untuk tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Airlangga menjelaskan, relaksasi hanya dilakukan untuk sektor Information, Communication, and Technology (ICT).
“TKDN yang kaitannya dengan ICT,” kata dia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumya mengatakan, Pemerintah Indonesia akan menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dengan membeli produk Negeri Paman Sam itu senilai US$ 17 miliar. Upaya ini sebagai langkah negosiasi tarif tinggi impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada barang Indonesia hingga 32% bila masuk ke AS.
"Kita US$ 17 miliar surplus dengan Amerika, itu yang jadi masalah bagi mereka kan? Saya sangat confident, saya sudah menugaskan Menko Perekonomian negosiasi, kita sudah sampaikan Pak Luhut (Ketua DEN), kita bisa bikin pak pok (imbang atau sama-sama tidak rugi)," kata Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Prabowo mengatakan, Indonesia akan membeli produk-produk AS senilai US$ 17 miliar sehingga defisit perdagangan AS dengan Indonesia menjadi nol atau seimbang. "Kita bukan negara miskin, kita bisa beli US$ 17 miliar dari Amerika," kata dia.
Prabowo menjelaskan, Indonesia akan membeli LPG dari AS senilai US$ 8 miliar. Selain itu, impor bahan bakar minyak (BBM) senilai US$ 9 miliar. "Kita butuh alat-alat teknologi, seperti rig drilling dari mereka. Kita akan membuka 10.000 sumur lama dengan teknologi baru, jadi mungkin tiga empat item, selesai," kata dia.
Baca Juga
Airlangga: Indonesia Tingkatkan Pembelian LNG dan LPG dari AS
Selain itu, kata Prabowo, Indonesia juga bisa memperbesar impor dari AS, seperti kedelai, gandum, kapas, hingga pesawat terbang. "Yang penting kita confident," kata Prabowo.

