Pemerintah Yakin Perbaikan Administrasi Perpajakan dan Bea Cukai Kurangi Tarif 2%
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan membuka dan melihat aspek perpajakan dan kepabeanan. Perbaikan administrasi di perpajakan dan bea cukai dapat menurunkan tarif hingga 2%.
“Kalau perbaikan administrasi perpajakan dan kepabeanan mulai dari pemeriksaan pajak, restitusi pajak, perizinan, ini ekuivalen mengurangi tarif hingga 2%” kata Sri Mulyani, dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Perhitungan ini didasari oleh perhitungan fiskal berdasarkan imputed tariff (tarif implisit). Dengan reformasi berupa penyederhanaan administrasi yang dilakukan pada pajak dan bea cukai akan mengurangi beban pelaku industri.
“Jadi kalau tadi dunia usaha akan terkena 32%, ini dengan perbaikan, reform bisa 2% lebih rendah,” ujar dia.
Baca Juga
Tak hanya administrasi, perbaikan perpajakan juga menyasar tarif PPH impor. Menurutnya, PPH impor akan diturunkan dari 2,5% menjadi 0,5%.
“Kebijakan perpajakan untuk PPH impor, kami akan melakukan penyesuaian untuk produk tertentu yang tadinya 2,5% ke 0,5%” kata dia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan hal apa saja yang dapat mengurangi tarif akan dilakukan pemerintah. Ini juga dilakukan untuk penyesuaian tarif biaya produk impor yang awalnya di antara 5% hingga 10% menjadi 0% hingga 5%.
“Ini untuk produk-produk yang berasal dari Amerika Serikat, yang masuk dalam most favored nation,” jelas dia.
Baca Juga
Sri Mulyani Harap Subsidi Minyak di Indonesia Bisa Lebih Rendah Seiring Tekanan Ekonomi Global
Pemerintah juga akan menyasar perbaikan tarif bea keluar untuk crude palm oil (CPO). Tarif bea keluar CPO akan dilakukan penyesuaian sehingga ekuivalen mengurangi beban hingga 5%.
“Pak Menteri Perdagangan dan Menko Perekonomian juga minta agar biaya masuk antidumping, imbalance safeguard bisa dilakukan dan dipercepat hanya dalam waktu 15 hari. Itu akan dilakukan bersama dengan K/L yang lain,” ujar dia.

