Moody’s Pertahankan Rating Kredit Indonesia di Level Baa2
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga pemeringkat kredit, Moody’s mempertahankan profil sovereign credit rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil. Keputusan ini muncul dalam tinjauan berkala Moody’s yang terbit pada 20 Maret 2025.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mengapresiasi penilaian yang diberikan Moody’s karena mencerminkan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal.
“Pemerintah akan terus berkomitmen untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dan memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyani, dalam keterangannya, Jumat (21/3/2025).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat penilaian Moody’s berasal dari ketahanan ekonomi Indonesia. “Kepercayaan Moody's terhadap resiliensi ekonomi Indonesia menjadi salah satu indikator positif yang mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid, di tengah tingginya ketidakpastian keuangan global,” kata Perry.
Dalam laporannya, Moody’s menilai ekonomi Indonesia tetap kuat didukung keunggulan sumber daya alam dan bonus demografi. Sejalan dengan potensi tersebut, Moody’s juga menilai otoritas moneter dan fiskal tetap terjaga dengan kredibilitas kebijakan yang mendukung stabilitas makro ekonomi.
Baca Juga
Fitch Rating Proyeksikan Kondisi Fiskal Indonesia dalam Ketidakpastian
Moody's menilai bahwa permintaan domestik yang kuat khususnya dari konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dan 2026. Keberlanjutan kebijakan untuk mendorong daya saing sektor manufaktur dan komoditas juga dinilai berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Namun, Moodys menilai bahwa pemerintah perlu mewaspadai perlambatan akibat dinamika global seperti perang tarif.
Beban utang Indonesia diperkirakan tetap stabil dan pada tingkat yang relatif rendah jika dibandingkan dengan ukuran ekonominya dan negara peers. Meskipun terdapat tantangan dalam kondisi fiskal yang lebih luas, terutama dalam hal masih belum optimalnya basis pendapatan negara, situasi ini diyakini Moody’s masih terkelola dengan baik.
Moody's juga mencatat, terdapat potensi untuk meningkatkan peringkat jika upaya berkelanjutan Indonesia untuk memperluas ukuran dan daya saing sektor manufaktur dan komoditas berhasil.
Pemerintah bersama Bank Indonesia senantiasa memperhatikan berbagai dinamika dan risiko global yang terjadi, sekaligus terus berupaya dalam menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar Rupiah serta mempertahankan momentum pemulihan ekonomi.

