Peningkatan Ekspor Didorong Industri, Minyak Sawit Melonjak 58,35%
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, peningkatan ekspor Februari 2025 didorong industri pengolahan. Ekspor minyak sawit melonjak 58,35% secara bulanan.
"Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara bulanan utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan, senilai US$ 17,65 miliar dari total ekspor nonmigas US$ 20,84 miliar. Nilai ekspor industri pengolahan naik 3,17% pada Februari 2025 (month to month), dengan andil peningkatan sebesar 2,53%," kata Amalia di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (17/03/2025).
Dari total ekspor nonmigas, kontributor terbesar kedua adalah ekspor pertambangan senilai US$ 2,63 miliar atau terkontraksi 3,41% mtm. Kontributor ketiga atau terakhir adalah ekspor pertanian sebesar US$ 0,56 miliar atau tumbuh 3,06% mtm.
"Di sektor nonmigas ini, ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya tercatat US$ 2,27 miliar pada Februari 2025. Ekspor mtm naik 58,35%, bahkan secara year to date melonjak 89,54%," paparnya.
Baca JugaEkspor Capai US$ 21,98 Miliar pada Februari 2025, Naik Secara Bulanan dan Tahunan
BPS mencatat, ekspor Indonesia pada Februari 2025 sebesar US$ 21,98 miliar. Angka tersebut meningkat 2,58% month to month dibanding Januari 2025, dan tumbuh 14,05% dibandingkan Februari 2024.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Februari 2025 sebesar US$ 18,86 miliar. Angka ini naik 5,18% secara bulanan dan 2,3% secara tahunan.
"Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Februari 2025 sebesar US$ 3,21 miliar, namun turun US$ 0,83 miliar secara bulanan. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 58 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020," kata Amalia.
Baca Juga
Neraca Perdagangan pada Februari 2025 Surplus, Tapi Terkontraksi Secara Bulanan

