Ekspor Juli Naik Didorong Harga Komoditas Minyak dan Emas
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar US$ 22,21 miliar. Nilai ekspor meningkat baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).
“Pada Juli 2024, nilai ekspor mencapai US$ 22,21 miliar atau naik 6,55% dibanding Juni 2024,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
Surplus Neraca Dagang Juli Turun 1,9% ke US$ 0,47 Miliar, Digerogoti Defisit Migas
Amalia menjelaskan ekspor pada Juli tahun ini turut dipengaruhi kondisi harga komoditas energi yang naik, didorong peningkatan harga minyak mentah dunia. Selain itu, terjadi kenaikan harga logam mulia, yang didominasi peningkatan harga emas.
“Dari sisi permintaan, pada Juli 2024, juga dipengaruhi kondisi ekonomi negara mitra. Data PMI Manufaktur negara mitra dagang utama, seperti Cina , AS, dan Jepang mengalami kontraksi, di mana ini menunjukkan kondisi manufaktur di negara tersebut," ucapnya.
Baca Juga
Neraca Perdagangan RI Juli Surplus Tipis US$ 0,47 Miliar, Defisit Migas Naik
Sedangkan India, angka PMI Manufaktur masih berada di zona ekspansif.
Ekspor Nonmigas dan Migas
Amalia mengatakan, nilai ekspor Juli 2024 jika dirinci terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 1,42 miliar atau naik 15,57% secara bulanan. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas naik secara bulanan 5,98% dengan nilai US$ 20,79 miliar.
"Peningkatan nilai ekspor Juli secara bulanan didorong ekspor nonmigas. Komoditas penyokongnya yaitu bijih logam, terak, dan abu dengan peningkatan bulanan sebesar 3.973,44% dengan andil 3,32%. Logam mulai dan perhiasan atau permata naik 51,11% dengan andil 1,28%. Mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya naik 14, 89% dengan andil 0,81%," ucapnya.
Sementara itu, ekspor migas didorong oleh peningkatan nilai ekspor hasil minyak dengan andil sebesar 0,82%.

