JAKARTA, investortrust.id -  Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menjelaskan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami penurunan. Kontraksi dalam perolehan PNBP ini terjadi karena kondisi harga komoditas yang melemah. Oleh karena itu, pemerintah meningkatan setoran dividen interim dari BUMN perbankan.

"Realisasi PNBP hingga Februari 2025 masih ditopang Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). KND tumbuh 60,7% karena peningkatan setoran dividen interim dari BUMN perbankan. KND khususnya setoran dari dividen BUMN sudah kita tarik Rp 10,9 triliun,” kata dia saat konferensi pers APBN Kita, di kantornya, Jakarta, Kamis (13/03/2025)


Berdasarkan paparannya, realisasi PNBP hingga 28 Februari 2025 tercatat mencapai Rp 76,4 triliun. Angka ini berada di bawah capaian PNBP pada Januari dan Februari 2024 yang mencapai Rp 80 triliun.

“Realisasi ini konsisten dengan kondisi ekonomi,” kata Anggito.

Sektor SDA Turun
Anggito menjelaskan, PNBP kelompok sektor sumber daya alam (SDA) minyak dan gas mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,7%. Pada awal tahun ini, PNBP SDA migas tercatat Rp 17,5 triliun atau 15,5% dari target APBN 2025.

Realisasi penerimaan SDA nonmigas juga turun secara tahunan. Kondisi ini tercermin dari perolehan SDA nonmigas yang senilai Rp 16,3 triliun atau turun 7,3%. 

“SDA nonmigas khususnya batubara dan mineral yang lain itu juga menurun,” kata dia.

Baca Juga

Wow, Asing Kompak Berbalik Net Buy Saham dan SBN


Penurunan juga terlihat di PNBP lainnya. Dalam catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) PNBP lainnya tercatat sebesar Rp 23,3 triliun atau turun 16% secara tahunan. Sementara Badan Layanan Umum (BLU) mencatatkan PNBP Rp 8,4 triliun atau turun 16,9% secara tahunan.

“PNPB lainnya terkait dengan sumber daya alam. Juga dengan PNBP BLU terkait pungutan ekspor kelapa sawit (turun),” kata dia.