Wow, Asing Kompak Berbalik Net Buy Saham dan SBN
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya berbalik arah mencatatkan net buy saham Rp 0,15 triliun pada Rabu (12/03/2024). Asing juga membukukan penjualan bersih di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia senilai Rp 1,08 triliun pada Senin.
Aliran masuk dana itu mengurangi akumulasi penjualan bersih saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia month to date menjadi Rp 1,48 triliun, hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 23,38 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Rabu sore.
Baca Juga
Pemodal asing akhirnya berbalik mencatatkan net buy, setelah berminggu-minggu net sell (jual bersih). Net buy yang mencapai Rp 148,58 miliar itu mendorong lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/03/2025). Indeks ditutup melesat 119,19 poin atau 1,82%, menjadi 6.665.
Net buy terbanyak melanda saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 107,77 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 107,25 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,03 miliar. Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 56,35 miliar dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 50,06 miliar.
Sebaliknya, net sell terbanyak melanda saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 61,75 miliar, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) Rp 57,11 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 38,98 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 32,88 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 31,44 miliar.
Kenaikan IHSG ditopang penguatan saham sektor teknologi yang mencapai 5,51%, sektor keuangan 1,12%, sektor barang konsumen nonprimer 1,30%, sektor barang konsumen primer 0,82%, dan sektor energi 0,81%. Sebaliknya, pelemahan melanda saham sektor properti 0,78%.
Lonjakan indeks terbantu lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 9,99% menjadi Rp 205.600. Ini menjadikan kapitalisasi pasar saham yang dimiliki Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ini lebih dari Rp 480 triliun, atau terbesar keenam di BEI. Penguatan juga terdorong saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang harganya melesat 11,45% menjadi Rp 38.200.
Sejumlah saham juga melambung harganya hingga auto reject atas (ARA) atau mendekati, yaitu saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) sebesar 25% ke Rp 420 dan PT Reliance Sekuritas Indoensia Tbk (RELI) naik 24,43% menjadi Rp 550. Selain itu, PT Dana Brata Luhut Tbk (TEBE) melonjak 24,37% menjadi Rp 740. Penguatan pesat juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) sebanyak 18,67% menjadi Rp 178 dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) 20,27% ke Rp 1.780.
Sebaliknya, penurunan harga paling dalam melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).
SBN Net Buy Rp 22,43 Triliun
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Senin, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan pembelian neto Rp 1,08 triliun. Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 8,92 triliun hingga Senin.
Sedangkan secara year to date, akumulasi pembelian bersih SBN tersebut mencapai Rp 22,43 triliun hingga Senin.
Baca Juga
Fitch Pertahankan Peringkat Indonesia BBB Outlook Stabil, Mengapa?

