Target Laba Pelni Turun ke Rp 187 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni menargetkan pada tahun 2025 akan mengantongi laba konsolidasi hingga Rp 187 miliar. Target ini lebih rendah 33,68% dibandingkan target laba konsolidasi tahun lalu sebesar Rp 250 miliar.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Pelni Tri Andayani, usai konferensi pers persiapan angkutan laut Lebaran 2025 di Jakarta Pusat. “Kalau untuk laba konsolidasi di tahun 2025 ditargetkan di Rp 187 miliar,” kata Anda, sapaan akrab Tri Andayani, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga
Kemenkeu Tawarkan Sukuk Tabungan Maksimal Rp 5 Miliar, Berapa Imbalan dan Beli di Mana?
Strategi Perusahaan
Dia juga memaparkan, Pelni telah menyiapkan strategi perusahaan untuk mencapai target laba tersebut. Ini seperti peningkatan bisnis komersial dan usaha kapal barang, melalui direktorat usaha angkutan barang dan Tol Laut.
Pelni, kata Anda, juga terus melakukan transformasi proses bisnis, agar menjadi lebih efektif dan efisien ke depan. “Kemudian, ada beberapa investasi yang juga akan kita lakukan, untuk men-generate dari target-target pendapatan kami di tahun ini,” ucapnya.
Baca Juga
Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 'Segini', Ternyata Ini Pemicunya
Sementara itu, target Rp 187 miliar tahun ini tercatat lebih rendah 33,68% dibandingkan dengan target laba konsolidasi tahun lalu sebesar Rp 250 miliar, setelah semester I-2024 berhasil membukukan laba bersih Rp 110 miliar.
Tanda Tangan PSO
Pelni tercatat juga telah menandatangani perjanjian kerja sama terpadu dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk penyelenggaraan pelayaran perintis dan Public Service Obligation (PSO) angkutan laut kelas ekonomi tahun anggaran 2025. Pada tahun ini, Pelni akan mengoperasikan sebanyak 25 kapal penumpang untuk melayani 511 ruas, dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan. Jumlah tersebut naik dari tahun 2024, yang hanya melayani 482 ruas dengan 1297 rute dan menyinggahi 72 Pelabuhan.
Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub juga menugaskan Pelni menyelenggarakan 30 trayek kapal perintis, 25 trayek PSO kapal penumpang, 18 trayek kapal rede, dan 8 trayek kapal tol laut. Selain itu, satu trayek kapal ternak di sepanjang tahun 2025.
Program tol laut dan pelayaran perintis yang menjadi bagian dari perjanjian ini, dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan mengurangi perbedaan harga antarwilayah. Sementara itu, program PSO untuk penumpang kelas ekonomi memastikan masyarakat dapat mengakses layanan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan berkualitas.

