Kemdiktisaintek-LPDP Kucurkan Rp 2 Triliun Beasiswa, Anggaran Pendidikan Terbesar Kedua
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sepakat memperbarui kerja sama Program Kolaborasi Pendanaan Beasiswa dan Peningkatan Kompetensi. Program ini memiliki nilai pendanaan kurang lebih Rp 2 triliun dan pelaksanaannya dijanjikan transparan.
"Pembaruan kerja sama mencakup pelaksanaan pendanaan dan pengelolaan program kolaborasi, yang meliputi program beasiswa bergelar/degree dan program beasiswa tanpa gelar/non-degree. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi program yang telah berjalan pada tahun sebelumnya dan program baru yang akan berjalan pada tahun 2025. Momen ini menjadi salah satu tumpuan atau poros untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (01/03/2025).
Sementara itu, berdasarkan data Kemenkeu yang diolah Riset Investortrust.id, anggaran belanja untuk pendidikan dalam APBN 2025 tercatat terbesar kedua. Nilainya menembus Rp 724,3 triliun dari total belanja negara Rp 3.621,3 triliun.
Sedangkan anggaran transfer ke daerah merupakan yang terbesar, mencapai Rp 919,9 triliun. Di posisi ketiga adalah pembayaran bunga utang menembus Rp 552,9 triliun, lebih tinggi dari dana untuk perlindungan sosial.
Baca Juga
Stella menyampaikan program beasiswa itu memberikan bantuan dana pendidikan kepada mereka yang berprestasi, namun membutuhkan bantuan biaya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dari jenjang S1 hingga S3.
Tingkatkan Peluang Riset
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek RI Togar M Simatupang menjelaskan, kerja sama terkait pendanaan program beasiswa baik gelar maupun nongelar ini dilakukan secara transparan untuk generasi masa depan. "Kami berharap perjanjian kerja sama ini dapat meningkatkan kolaborasi antara LPDP dan Kemdiktisaintek, serta membangun generasi sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sementara, Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto menyampaikan bahwa LPDP berusaha memberikan layanan terbaik. Ini dengan cara memaksimalkan pelayanan dan sportivitas untuk hasil yang optimal, tepat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.
Kehadiran kerja sama ini diharapkan mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi, memberikan sinergi pendanaan, meningkatkan sumber daya dan kualitas pendidikan, serta meningkatkan peluang riset di Indonesia.
Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Pemerintahan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2025-2029, sebagai pendukung daya saing dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga
Dukung Pendidikan Indonesia, Hana Bank Salurkan Beasiswa Rp1 Miliar untuk 100 Mahasiswa

