RI-Australia Kerja Sama Rantai Pasok Mineral Kritis
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama dengan Northern Territory (NT) Australia, untuk mempromosikan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kerja sama ini berfokus pada rantai pasok mineral kritis dan strategis.
Wakil Menteri Luar Negeri Arie Havas Oegrosenoyang berharap, kerja sama ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral global Kerja sama ini sekaligus mendukung upaya NT Australia untuk diversifikasi pasokan mineralnya.
"Pentingnya diversifikasi kemitraan tidak hanya dengan negara, tetapi juga dengan negara bagian yang memiliki kapasitas signifikan dalam industri mineral kritis. Nota Kesepahaman ESDM dengan NT Australia ini dapat menjadi model bagi pemerintah Indonesia, untuk melihat berbagai negara bagian penting dan strategis di Australia untuk bekerja sama," ujar Arie, dikutip Senin (24/2/2025).
Baca Juga
Sesuai UU Minerba Baru
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, muatan kerja sama tersebut sesuai dengan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang baru saja disahkan. Fokus kebijakan pengembangan mineral dan batubara Indonesia mengacu pada tujuan utama yang mencerminkan keseimbangan antara prioritas ekonomi, lingkungan, dan sosial.
"Fokusnya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Ini dengan prioritas pada penelitian, inovasi, dan eksplorasi untuk memperkuat keamanan cadangan mineral," kata Dadan.
Baca Juga
Di Tengah Ketidakpastian, The Fed Terjebak dalam Posisi ‘Netral’
Dia memandang dekarbonisasi industri pertambangan adalah langkah penting. Hal ini melibatkan adopsi energi terbarukan, elektrifikasi operasi pertambangan, dan teknologi canggih.
“Indonesia juga menerapkan praktik untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem alam. Ini untuk memastikan upaya pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab," ujar Dadan.
Sebagai implementasi kerja sama ini, pada April 2025, akan diselenggarakan Roadshow Mineral Indonesia-NT Australia, berupa kunjungan perusahaan pertambangan Indonesia ke NT, Australia. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Sulawesi (Sorowako dan Morowali) atau Maluku (Teluk Weda) pada Mei 2025.

