Rupiah Dibuka Menguat Senin, Simak Sentimennya
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan valas Senin (24/02/2025) pagi. Dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak menguat 11 poin (0,07%) ke level Rp 16.289 per dolar AS, dibanding pada perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.300 per dolar AS.
Data terbaru menunjukkan, sektor jasa AS secara tidak terduga mengalami kontraksi pada 25 Februari. Hal ini dikarenakan kekhawatiran belanja pemerintah AS yang lebih rendah mendorong klien menghentikan pesanan baru, menandai perubahan tajam bagi sektor yang telah tangguh selama dua tahun.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, data tersebut mendukung spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga tahun ini, dengan hanya 15% pasar yang memperkirakan tidak ada pemangkasan suku bunga hingga 25 Desember. Sementara itu, Departemen Keuangan negara adidaya itu mengisyaratkan tidak akan menambah porsi sekuritas jangka panjang dalam waktu dekat. "Sehingga, membatasi pasokan sekuritas di ujung kurva yang lebih panjang," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/02/2025).
Potensi Penghentian Penjualan Aset
Sementara itu, risalah Federal Open Market Committe (FOMC) menunjukkan The Fed berpikir mungkin tepat untuk menghentikan penjualan aset, hingga dinamika plafon utang teratasi. Hal ini menyiapkan panggung untuk kemungkinan berakhirnya pengetatan kuantitatif.
Minggu ini, investor akan fokus pada pidato beberapa pejabat Federal Reserve Amerika Serikat. Selain itu, mencermati data ekonomi utama AS, termasuk pendapatan dan pengeluaran pribadi, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), pesanan barang tahan lama, estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV, dan sentimen konsumen oleh Conference Board (CB).
Baca Juga

