Jelang Bulan Puasa-Lebaran, Prabowo Perintahkan Optimalisasi Bansos Februari-Maret
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan respons soal delapan paket kebijakan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menjelang Bulan Puasa-Lebaran, salah satu kebijakan yang menjadi perintah Prabowo itu adalah optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) periode Februari dan Maret 2025.
Menurut Cak Imin, Kemenko PM akan menunggu laporan dari Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf, yang akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait ketersediaan bansos. "Ini (penyaluran bansos bulan Februari-Maret) akan dicek dulu, akan dicek oleh Kemensos," katanya usai melakukan pertemuan terbatas dengan Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (18/02/2025).
Baca Juga
Rupiah Tersungkur di Tengah Rapat Dewan Gubernur BI yang Dimulai Hari Ini
Kepada awak media, ia mengaku belum dapat memberikan kepastian soal optimalisasi penyaluran bansos pada bulan Februari-Maret 2025, tanpa laporan dari Mensos Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul. Ia akan melihat dulu laporan Kemensos.
Data Tunggal Sosial Ekonomi
Cak Imin mengungkap pula, pihaknya tengah melakukan updating atau penyempurnaan sinkronisasi pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN), yang akan digunakan pada kuartal II 2025. Ia berharap, melalui DTSEN, nantinya semua penyasaran nasional seperti bantuan-bantuan perlindungan sosial (perlinsos) dan sasaran pembangunan lain akan lebih tepat, efektif dan akurat.
"Tapi namanya data ini akan terus berkembang dan bahkan ada sanggah, ada perbaikan, terus menerus. Setiap tiga bulan akan ada update," tuutrnya.
Kebijakan Strategis Prabowo
Presiden Prabowo Subianto, kemarin, mengumumkan serangkaian kebijakan strategis yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan daya beli masyarakat. Berbagai kebijakan strategis itu diyakni dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers terkait kewajiban menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di dalam negeri. Keterangan disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).
"Dalam kuartal pertama tahun ini, ada kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertama, hasil kebijakan kenaikan UMP (yang diputuskan pada) 2024. Dua, optimalisasi penyaluran bansos di bulan Februari dan Maret 2025. Tiga, pencairan THR (tunjangan hari raya) bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan swasta di bulan Maret 2025. Empat, stimulus pada bulan Ramadan, yaitu diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, program diskon belanja, program pariwisata mudik lebaran, (dan) stabilitas harga pangan," ujar Presiden.
Baca Juga
Saat Sahamnya Disuspensi Gagal Bayar Obligasi, WIKA justru Ungkap Progress Fisik Proyek Ini
Selanjutnya, Prabowo menyampaikan pemerintah menyiapkan kebijakan strategis dalam hal penyiapan paket stimulus ekonomi, serta optimalisasi program makan bergizi gratis (MBG), penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), dan realisasi panen padi. Prabowo menuturkan terdapat laporan peningkatan produksi beras secara signifikan.
"Paket stimulus ekonomi (seperti) diskon tarif listrik, PPN DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah) untuk pembelian properti dan otomotif, PPnBM (pajak penjualan barang mewah) DTP otomotif electric vehicle (EV) dan hibdrida, subsidi pajak DTP motor listrik, PPh DTP sektor padat karya, optimalisasi program makan bergizi gratis, optimalisasi penyaluran KUR, dan panen padi terealisasi secara optimal," ujar Kepala Negara.

