Menteri PPPA Pasrah Kena Potongan Anggaran oleh Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifatul Choiri Fauzi mengaku pasrah dengan adanya kebijakan Presiden Prabowo Subianto yakni efisiensi atau pemotongan anggaran kementerian dan lembaga.
"Ya kita ngikut saja yang bisa kita lakukan, kita lakukan, semangat 45," katanya ditemui usai menghadiri Munas & Konbes NU di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Menurutnya Kementerian PPPA akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah pembiayaan operasional demi mentaati arahan Prabowo soal efisiensi anggaran tahun 2025 ini.
"Ada catatan-catatannya ya, jadi nanti yang penting kita mengikuti arahan presiden yang mana bisa kita lakukan, tetap dimaksimalkan," ungkapnya.
Diberitakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyatakan komitmennya untuk menjalankan efisiensi anggaran dan optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik PPPA tahun 2025 guna memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Arifatul menyampaikan Dana Alokasi Khusus Fisik Perlindungan Perempuan dan Anak (DAK Fisik PPA) tahun 2025 sebesar Rp93.689.253.000 akan dialokasikan bagi 40 daerah penerima.
"Efisiensi anggaran merupakan langkah strategis yang sejalan dengan amanat Inpres No.1 tahun 2025, dan kami tentu berkomitmen menjalankan inpres tersebut," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2025).
Adapun penyerahan DAK tersebut dalam upaya penyediaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA dan rumah perlindungan sementara (RPS) beserta sarana dan prasarananya bagi korban kekerasan, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan perkawinan anak hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.
"Hal ini menunggu sampai dengan Peraturan Menteri Keuangan mengenai besaran transfer ke daerah yang dicadangkan ditetapkan," paparnya.

