Indonesia dan India Dipercaya Topang Pertumbuhan Ekonomi pada Era Trump 2.0
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia dan India dipercaya akan menjadi negara yang menopang pertumbuhan ekonomi global dari Asia pada era kepemimpinan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump. Kepemimpinan Trump untuk kedua kalinya ini,kerap disebut sebagai era Trump 2.0.
Kepercayaan tersebut diperbincangkan dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos-Kloster, Switzerland.
“Ketika saya berada di Davos, dua huruf I, sedang dibahas yakni India dan Indonesia. Kedua negara ini adalah negara yang mendukung pertumbuhan pada 2025 dan mungkin dalam beberapa tahun ke depan,” tutur Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie pada acara Mayapada Group Executive Gathering 2025 di Mayapada Tower 2, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Dia mengingatkan bahwa ada sejumlah ketidakpastian pada era Trump 2.0. Namun pada batas tertentu, beberapa keputusan Trump merupakan strategi pemerintah mereka untuk menciptakan kondisi terbaik bagi negara adidaya tersebut.
Salah satu ketidakpastian yang akan dialami negara-negara berkembang adalah volatilitas nilai tukar, seiring penguatan Dollar Amerika Serikat (AS).
Keyakinan pelaku bisnis global terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan India, terlihat saat diskusi yang dilakukan salah satu perusahaan konsultan papan atas bersama Direktur Pelaksana WEF.
“Jadi 25 CEO papan atas. Titik awalnya adalah para pebisnis AS, lalu pebisnis Eropa. Lalu India dan Indonesia. Kedua negara yang berawalan huruf I itu berkata, hei, tahun depan, balikkan keadaan,” sambung Anin, demikian sapaan akrabnya.
Diskusi tersebut pun mendatangkan rasa percaya diri bahwa Indonesia masih memiliki banyak peluang tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Menurut Anin, rasa percaya diri tersebut tidak muncul begitu saja. Melihat pengalaman Indonesia yang telah melalui sejumlah krisis ekonomi, pengusaha dari Grup Bakrie tersebut merasa semakin optimistis pada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami selalu optimistis dengan hati-hati karena kami selalu mengingat hal-hal itu.
Itulah mengapa saya pikir banyak kebijakan fiskal dan moneter yang kami miliki sangat hati-hati karena deja vu yang kami alami,” tegas dia.
Dasar keyakinan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan India, masing-masing didukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dan jumlah penduduk India yang mencapai 1,4 miliar orang.
“Saya kagum bahwa di India, mereka mampu menumbuhkan ruang investasi dari publik hingga mendekati US$ 1 triliun,” imbuh Anin.
Dalam lima tahun ke depan, dia memandang bahwa Indonesia juga harus banyak belajar dari India
“(Di Davos) mereka mengatakan tentang menata ulang pertumbuhan, sekali lagi, India dan Indonesia, penciptaan kekayaan akan terjadi di kedua negara ini,” tegasnya lebih lanjut.
Penciptaan kekayaan diyakini akan sekaligus mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat dalam skala besar. Masyarakat menjadi penting untuk disejahterakan, mengingat dua negara yang berpotensi tumbuh pesat tersebut menganut sistem pemerintahan demokrasi.

