Sebut Ramayana, Bali Jatra, Candi Prambanan, dan Candi Borobudur, PM Modi: Hubungan India-Indonesia Lampaui Geopolitik
JAKARTA, investortrust.id – Perdana Menteri (PM) India, Narendra Damodardas Modi mengatakan, India dan Indonesia memiliki ikatan yang sangat kuat, bahkan ikatan kedua negara telah melampaui geopolitik. Banyak hal yang menguatkan hubungan India dan Indonesia, dari epos Ramayana, Bali Jatra, Candi Prambanan, hingga Candi Borobudur.
“Hubungan kita bahkan telah melampaui geopolitik. Kita terikat oleh peradaban sejak ribuan tahun yang lalu. Kita terikat oleh sejarah selama ribuan tahun. Ikatan kita adalah warisan, pengetahuan, dan kepercayaan,” ujar PM Modi saat menyampaikan pidato secara daring pada peresmian Kuil Murugan Jakarta di kawasan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (2/2/2025).
Baca Juga
Acara itu dihadiri sekitar 2.000 umat Hindu dari 15 negara. Kuil Murugan yang juga disebut Shri Sanathana Dharma Aalayam tercatat sebagai kuil Hindu terbesar di Asia Tenggara. Presiden Prabowo sedianya hadir untuk meresmikan kuil tersebut. Namun, Presiden berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Peresmian Kuil Murugan akhirnya didelegasikan kepada Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar.
Menurut PM India, Narendra Modi, hubungan masyarakat Indonesia dan India diikat oleh Dewa Murugan, Dewa Shri Ram, dan Budha. Itu sebabnya, ketika mengunjungi Candi Prambanan dan melipat tangannya, mereka merasakan pengalaman spiritual seperti di Kashi (kota suci agama Hindu di tepi Sungai Gangga, negara bagian Uttar Pradesh, India utara) dan Kedarnath (kota di distrik Rudraprayag, Uttarakhand, India, dikenal terutama karena Kuil Kedarnath-nya).
Modi menjelaskan, ketika orang Bharat (India) mendengar kakawin (puisi kuno) Serat Ramayana, mereka merasakan hal yang sama saat mendengar Valmiki Ramayana (epos karya Valmiki, penulis Ramayana, terlahir dengan nama Ratnakara), Kamba Ramayana (karya Kamba, penyair Tamil abad pertengahan, penulis Ramavataram dan Mahabharata), serta Ramcharitmanas (puisi epik karya orang suci India, Tulsidas).
Baca Juga
Prabowo Batal Resmikan Kuil Hindu Murugan Jakarta, Hashim: Alasan Kesehatan
Modi menambahkan, saat ini Ramleela (drama rakyat berdasarkan epos Hindu kuno) versi Indonesia juga dipentaskan di Ayodhya, India. “Begitu pula ketika kita mendengar kata-kata Om Swastiastu di Bali, kita teringat Swasti Vaachan (mantra Weda pada awal upacara keagamaan) yang dilantunkan pendeta Weda di Bharat,” tutur dia.
Merayakan Bali Jatra
Stupa Candi Borobudur di Indonesia, kata PM Modi, merefleksikan hal yang sama dengan Budha di Sarnath (taman rusa tempat Budha pertama kali mengajarkan Dharma) dan Bodh Gaya (kota di distrik Gaya, negara bagian Bihar, tempat Buddha Gautama mencapai kecerahan).
Narendra Modi mengungkapkan, masyarakat India di Odisha hingga kini masih merayakan Bali Jatra, yaitu perayaan setiap tahun yang dilakukan masyarakat India untuk memperingati perjalanan orang-orang India kuno ke Pulau Bali.
“Bali Jatra adalah selebrasi yang menghubungkan perjalanan maritim kuno antara India dan Indonesia, baik secara komersial maupun kultural,” tegas Modi.
Menurut Narendra Modi, saat orang-orang India menaiki pesawat Garuda, mereka merasakan refleksi budaya yang sama di dalamnya. “Intinya, hubungan India dan Indonesia terjalin sangat kuat. Ketika Presiden Prabowo berkunjung ke India, kami berdiskusi banyak aspek tentang warisan budaya ini,” papar dia.
Baca Juga
Sebut Prabowo 'My Brother', PM Modi: Kedekatan Kami seperti Hubungan Indonesia dengan India
Modi yang menyebut Prabowo sebagai my brother, mengidentikkan hubungannya dengan Prabowo layaknya kedekatan India dengan Indonesia. “Saudara saya, Presiden Prabowo telah membuat acara peresmian Kuil Murugan Jakarta ini lebih istimewa. Meskipun secara fisik saya berjarak ratusan kilometer dari Indonesia, hati saya sedekat hubungan Indonesia dengan India,” ujar dia.
PM Modi menuturkan, dengan diresmikannya Kuil Murugan Jakarta, babak emas hubungan baru antara India dan Indonesia dimulai. “Kuil ini melanjutkan warisan kuno kita. Saya sangat percaya kuil ini bukan hanya sebagai pusat iman, tapi juga sebagai pusat nilai-nilai budaya,” tandas dia.

