Pulau Jawa Masih Jadi Penopang Panen Padi 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi tertinggi pada 2024 masih berasal dari tiga provinsi di Pulau Jawa. Panen padi di Pulau Jawa memiliki kontribusi 50,2% dari keseluruhan panen padi nasional.
“Provinsi dengan total luas panen padi sepanjang 2024 adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Lampung,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Luas area panen padi di Jawa Timur tercatat sebesar 1.617 ribu hektare (ha), Jawa Tengah sebesar 1.555 ribu ha, Jawa Barat seluas 1.475 ribu ha, Sulawesi Selatan 951 ribu ha, Lampung 532 ribu ha.
Sementara itu, secara spasial, Pulau Sumatera memiliki 22,5% luas panen padi sepanjang 2024. Wilayah ketiga yang menjadi titik utama panen padi lain yaitu Pulau Sulawesi dengan 14,17% luas panen padi, Pulau Kalimantan dengan 6,73% luas panen padi dan Pulau Bali dan Nusra dengan 5,52% luas panen padi, dan Papua Maluku dan Pegunungan hanya memiliki 0,88% luas panen padi.
Meski menjadi penopang utama luas panen padi 2024, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat perlu mengantisipasi penurunan lahan. Provinsi ini tercatat mengalami penurunan luas panen sebesar 104 ribu ha. Setelah Jawa Barat, dua provinsi penopang lain yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dua provinsi ini masih-masing mengalami pengurangan lahan pertanian hingga 83 ribu hektare luas panen.
Baca Juga
Luas Panen Padi 2024 Alami Penurunan Sebesar 0,17 juta Hektare
Amalia menyebut sepanjang 2024 terjadi penurunan total luas panen padi.seluas 10,05 juta ha atau mengalami penurunan sebesar 0,17 juta ha atau 1,64%.
Penurunan tersebut disumbang utamanya oleh penurunan luas panen sepanjang Subround I atau Januari-April 2024 akibat luas panen yang bergeser imbas fenomena El Nino 2023. Namun penurunan tersebut dapat terkompensasi oleh kenaikan luas panen pada Subround II dan Subround III, atau periode Mei-Agustus 2024 dan September-Desember 2024.
Dalam kesempatan yang sama, BPS mencatat realisasi panen padi sepanjang periode Januari-Desember 2024 mencapai 53,15 juta ton. “Atau mengalami penurunan 0,84 juta ton GKG (gabah kering giling) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 53,98 juta ton GKG,” ucap dia.
Potensi produksi
Berdasarkan amatan Desember 2024, BPS menyebut potensi luas panen padi sepanjang Januari-Maret tahun ini akan mencapai 2,83 juta ha, atau mengalami peningkatan 0,97 juta ha atau mencapai 52,08% dibanding periode sama periode 2024.
“Angka Januari-Maret ini adalah angka potensi luas panen padi. Angka realisasinya lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari kondisi pertanaman Januari-Maret,” ucap dia.
Angka ini berpengaruh terhadap potensi produksi GKG pada periode subround I 2025. Berdasarkan data proyeksi, potensi produksi GKG mencapai 15,06 juta ton atau naik dari realisasi produksi GKG Januari-April 2024 yang mencapai 9,88 juta ton. “Atau mengalami peningkatan sebesar 5,18 juta ton GKG atau 52,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar dia.

