Pemerintah Optimistis Peroleh Investasi di Tengah Tensi Tinggi AS-Cina
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani mengatakan peluang Indonesia untuk menarik investasi sangat terbuka lebar, meski terjadi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Untuk itu, Indonesia harus cermat menangkap peluang.
"Terlepas ada persoalan geopolitik antara AS dengan Cina, di situ ada potensi yang akan menarik investasi lebih besar. Justru karena adanya tensi antara AS dengan Cina," kata Rosan di IDN Headquarter, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga
Atasi Perang Tarif
Rosan mengaku telah menemui perwakilan investor asal AS dan Cina. Pertemuan itu menghasilkan kesimpulan akan banyak perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kawasan Asia Tenggara. Rencana investasi perusahaan-perusahaan itu untuk mengatasi tarif yang diterapkan AS dan Cina.
“Dalam setiap kesulitan akan selalu ada kesempatan, selama kita cermat melihat dan menangkapnya,” ujar dia.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan pemerintah, lanjut dia, ditargetkan akan dicapai pada 2029. Rosan mengatakan untuk mencapai target tersebut perlu peran investasi yang signifikan.
Baca Juga
Beruntun 56 Kali, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2,24 Miliar Desember
Diperkirakan struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh konsumsi domestik. Konsumsi domestik memegang porsi 53%-54% dalam produk domestik bruto. Posisi kedua yaitu investasi dengan porsi 24%-25%. Kemudian, belanja pemerintah yang mencapai 24%-25% dan net ekspor sebesar 2%.
Target Investasi Rp 13.005 Triliun
Rosan ingin investasi memiliki peran lebih dalam struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia. Target investasi lima tahun ke depan sebesar Rp 13.005 triliun menjadi tantangannya.
Ini bukan tanpa sebab. Rosan menyebut, selama 10 tahun terakhir investasi yang masuk ke Indonesia total hanya sekitar Rp 9.000 triliunan.
“Target investasi lima tahun ke depan sebesar Rp 13.005 triliun itu karena kita ingin mencapai pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan. Itu kuncinya,” ucap dia.
Investasi besar itu, menurut Rosan perlu diiringi dengan kesinambungan dan orientasi ekspor. Penciptaan lapangan kerja yang berkualitas juga menjadi target lain dari investasi besar yang masuk, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat secara bertahap.

