Papua Pegunungan Catatkan Tingkat Kemiskinan Tertinggi, Bali Terendah
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis profil kemiskinan Indonesia untuk kondisi September 2024. Berdasarkan catatan BPS, Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu sebesar 29,66%, sedangkan Bali terendah dengan 3,80%.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, secara spasial pada September 2024 terdapat 18 provinsi dengan tingkat kemiskinan di bawah rata-rata nasional dan ada 20 provinsi yang masih memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional.
“Hal ini mencerminkan bahwa masih adanya variasi yang cukup besar dalam tingkat kemiskinan antarwilayah di Indonesia,” ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga
Dijelaskan Amalia, jika dibandingkan dengan Maret 2024, sebanyak lima provinsi mengalami kenaikan tingkat kemiskinan yaitu Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Papua, dan Papua Selatan pada September 2024.
Kendati demikian, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,62 juta orang atau sekitar 52,45% dari total penduduk miskin di Indonesia berlokasi di Pulau Jawa.
“Selanjutnya, penduduk miskin juga terkonsentrasi di Sumatera dengan porsi 21,82%. Sementara itu jumlah penduduk miskin yang paling sedikit ada di Pulau Kalimantan yaitu sebesar 0,91 juta orang,” papar Amalia.
Jika dibandingkan dengan Maret 2024, penurunan kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia dan penurunan tertinggi terjadi di wilayah Maluku dan Papua.
Baca Juga
Menteri Wihaji Galang Sinergi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting NTT
Bukan hanya itu, persentase penduduk miskin September 2020 hingga September 2024 juga cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi di daerah perkotaan maupun di perdesaan.
“Namun, disparitas kemiskinan antar wilayah perkotaan dan pedesaan masih lebar. Pada September 2024 tingkat kemiskinan pedesaan sebesar 11,34% atau lebih tinggi dari tingkat kemiskinan perkotaan yang sebesar 6,66%,” kata Amalia.
Meski begitu, jika dilihat secara rata-rata penurunan tingkat kemiskinan di perdesaan terjadi relatif lebih cepat dibandingkan dengan penurunan tingkat kemiskinan di perkotaan. Kemiskinan wilayah perkotaan turun sebesar 0,43% basis point sedangkan di perdesaan turun sebesar 0,45% basis poin.

