Yield Tembus 7,22%, Pemerintah Tarik Rp 26,2 Triliun dari Lelang SUN
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menarik dana Rp 26,2 triliun dari pelaksanaan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (7/1/2025). Sebanyak delapan seri SUN dilelang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 31,65 triliun.
"Dalam lelang yang digelar ini, terdapat dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Selain itu, ada enam obligasi negara (ON)," papar DJPPR dalam keterangan di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Baca Juga
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Dinamika Perekonomian Global dan Domestik
Dua seri SPN yang masuk dalam lelang hari ini adalah:
- SPN03250409
Seri ini ditawarkan dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh tempo pada 9 April 2025. Pada lelang hari ini, jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 1,031 triliun, namun pemerintah tidak memenangkan penawaran pada lelang di seri tersebut.
- SPN12260108
Seri ini ditawarkan dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh tempo pada 8 Januari 2026. Pada lelang hari ini, jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 1,711 triliun.
Pemerintah memenangkan imbal hasil sebesar 6,65%, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 1,6 triliun. Sedangkan bid to cover ratio seri ini adalah 1,07x.
Baca Juga
Seri ON
Sedangkan enam seri ON yang dilelang hari ini adalah:
- FR0104
Seri yang ditawarkan kembali ini (reopening) memiliki tingkat kupon sebesar 6,5%. Seri ini ditetapkan jatuh tempo pada 15 Juli 2030.
Pada lelang hari ini, penawaran yang masuk sebesar Rp 9,70 triliun. Sedangkan yang dimenangkan sebesar Rp 7,1 triliun, dengan imbal hasil yang dimenangkan sebesar 7,05%. "Bid to cover ratio-nya mencapai 1,37x," papar pengumuman DJPPR.
- FR0103
Seri yang ditawarkan kembali ini memiliki tingkat kupon 6,75%. Seri ini ditetapkan jatuh tempo pada 15 Juli 2035.
Penawaran yang masuk sebesar Rp 6,2 triliun, dan pemerintah memenangkan sebesar Rp 5,7 triliun dengan tingkat imbal hasil 7,15%. Cover to bid ratio yang masuk untuk seri ini mencapai 1,09x.
- FR0106
Seri baru (new issuance) ini memiliki tingkat kupon 7,125%. Seri tersebut ditetapkan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
Pada lelang hari ini penawaran yang masuk sebesar Rp 6,45 triliun dan pemerintah memutuskan menarik dana Rp 5,95 triliun. Imbal hasil tertinggi ditetapkan mencapai 7,2%. Sementara, cover to bid ratio seri tersebut sebesar 1,09x.
- FR0107
Seri baru ini memiliki tingkat kupon 7,125%. Seri ini ditetapkan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
Pada lelang hari ini, penawaran yang masuk untuk seri tersebut Rp 5,61 triliun dan pemerintah memutuskan untuk menarik dana Rp 5,5 triliun dengan imbal hasil tertinggi 7,22%. Cover bid to ratio untuk seri itu sebesar 1,02x.
- FR0102
Seri yang ditawarkan kembali ini memiliki tingkat kupon 6,87500%. Seri FR0102 ditetapkan jatuh tempo pada 15 Juli 2054.
Penawaran yang masuk untuk seri tersebut sebesar Rp 0,56 triliun dan pemerintah memenangkan senilai Rp 0,35 triliun, dengan imbal hasil tertinggi 6,87%. Bid to cover ratio untuk seri ini yaitu 1,61x.
- FR0105
Seri yang ditawarkan kembali ini memiliki tingkat kupon 6,87500%. Seri tersebut ditetapkan jatuh tempo pada 15 Juli 2064. Tetapi, tidak ada penawaran yang masuk untuk seri ini.
Pemerintah menetapkan target indikatif yang untuk lelang ini sebesar Rp 28 triliun. Target maksimal dari lelang SUN tersebut sebesar Rp 42 triliun.

