Beratnya Pekerjaan Rumah Atasi Pengangguran Muda di Asia
JAKARTA, investortrust.id - International Labour Organization (ILO) dalam laporan berjudul Global Employment Trends for Youth 2024 menunjukkan prospek pasar tenaga kerja yang membaik bagi pekerja muda. Usia pekerja muda yang ditetapkan ILO yaitu 15 hingga 24 tahun.
“Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan peningkatan permintaan tenaga kerja yang kuat, menguntungkan para pekerja baru di pasar tenaga kerja,” tulis laporan tersebut, dikutip Sabtu (4/1/2025).
Tingkat pengangguran generasi muda pada 2023 sebesar 13%. Angka ini merupakan yang terendah dalam 15 tahun terakhir. ILO menyebut diperkirakan sebanyak 64,9 juta generasi muda menganggur di seluruh dunia.
Di Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 17,32% penduduk usia 15-24 tahun yang menganggur di Indonesia pada Agustus 2024. Angka ini mengalami kenaikan dari Februari 2024 yang sebesar 16,42%.
Baca Juga
“Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2024, TPT (tingkat pengangguran terbuka) penduduk kelompok umur muda mencapai 17,32%, yang dapat diartikan bahwa dari 100 orang penduduk berumur 15-24 tahun yang termasuk angkatan kerja, terdapat sekitar 17 orang yang menganggur,” tulis BPS dalam laporannya.
Pengangguran di usia muda didominasi oleh laki-laki. Sebanyak 17,63% laki-laki dan 16,88% perempuan dilaporkan menganggur.
“TPT kelompok umur muda lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan,” tulis laporan itu.
Penduduk usia muda di perkotaan yang menganggur sebanyak 19,86% sementara di perdesaan sebesar 13,85%. Dari angnka ini bisa disimpulkan bahwa terdapat sekitar 20 orang usia muda di perkotaan yang menganggur.
Gejala generasi muda menghadapi tekanan dalam mencari pekerjaan juga terlihat di China. Mitra dagang Indonesia ini juga menghadapi kondisi yang mirip dengan di Indonesia.
Data dari Badan Pusat Statistik China menunjukkan pengangguran generasi muda di perkotaan usia 16-24 tahun, kecuali pelajar, mencapai titik tertinggi pada Agustus 2024 yaitu sebesar 18,1%. Angka ini mulai turun pada November 2024 dengan angka sebesar 16,1%.
ILO mengatakan banyak anak usia muda di dunia yang terancam pemutusan hubungan sepihak dan stabilitas pekerjaan. Situasi Ini tentu akan berdampak pada kemandirian finansial sebuah generasi di masa depan.
“Untuk membantu meredakan kecemasan anak muda, otoritas perlu membimbing anak muda melalui kompleksitas transisi dari sekolah ke dunia kerja dan transisi dari remaja ke masa dewa. Membantu anak muda menjaga harapan mereka tetap hidup dan menjadi bagian dari sosial masyarakat,” tulis ILO.

