Menko Airlangga: ASEAN Kawasan Paling Stabil, Ini Artinya bagi Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, wilayah Asia Tenggara atau ASEAN merupakan kawasan paling stabil di tengah konflik geopolitik global. Ini merupakan bekal yang amat berharga bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk tumbuh.
Menurut Airlangga, ekonomi global masih diliputi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Begitu pula konflik Ukraina-Rusia yang masih panas.
“Terakhir adalah perubahan di Suriah, kita belum tahu siapa yang akan memimpin di sana,” kata Airlangga saat menjadi pembicara utama di Bisnis Indonesia Economy Outlook 2025, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Usulkan BRI dan BSI Jadi Bank Emas Indonesia
Menurut Airlangga, perekonomian negara-negara ASEAN relatif stabil dan mengalami pertumbuhan rata-rata 4% selama satu dekade terakhir. Berkat kerja sama dan stabilitas negara-negara ASEAN, perekonomian global lebih terjaga.
“Walaupun ketegangan Timur-Barat masih ada dan perang dagang China dan Amerika Serikat (AS) belum berakhir, perekonomian global lebih terjaga,” ujar dia.
Airlangga menjelaskan, setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden AS, kebijakan perdagangan Negeri Paman Sam berubah. Tetapi dia optimistis hubungan bilateral negara-negara ASEAN tetap berlanjut. “Nah, ini merupakan tantangan yang ada ke depan,” tegas dia.
Baca Juga
Menko Airlangga Sebut Syarat Ini Agar Ekonomi Indonesia Tumbuh 8%
Pemerintah, kata Airlangga, juga tetap optimistis dengan kinerja perekonomian ke depan. Sebab, outlook Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,2%.
Airlangga juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto fokus menekan inflasi di kisaran 1,5% sampai 1,7%. “Namun ini tidak membuat kita puas karena memang spread antara inflasi dan tingkat suku bunga masih relatif tinggi. Itu yang menjadi tantangan karena kita mengkhawatirkan kebijakan suku bunga di Amerika yang higher for longer,” tutur dia.

