JTPE Bagi-bagi Duit 'Segini' Lewat Dividen, Apa Artinya untuk Investor dan Masa Depan Perusahaan?
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten percetakan dan penyedia sekuriti digital terintegrasi, berencana mengusulkan pembagian dividen dengan payout ratio hingga 70% dari laba bersih 2024. Pada tahun lalu, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 237,97 miliar.
Perseroan diproyeksi membagi dividen sebesar Rp 166,58 miliar atau Rp 2,41 per saham. Jasuindo Tiga Perkasa pun telah menjadwalkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 Juni 2025. Salah satu mata acara yang akan dibahas adalah penggunaan laba bersih tahun lalu, termasuk yang akan dibagikan sebagai dividen tunai.
“Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham,” ujar Direktur Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) Allan Wibisono Oei, dikutip pada Jumat (9/5/2025).
Baca Juga
Cetak Kenaikan Laba 14.6%, Jasuindo (JTPE) Usulkan Rasio Dividen sampai 70%
JTPE terpantau rutin membagikan dividen selama 11 tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, dividend payout ratio untuk laba tahun buku 2023 disepakati sebesar 69,3%.
Pada kuartal I-2025, JTPE membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 51,16 miliar, naik 16,17% dari periode sama tahun lalu. Padahal total penjualan atau pendapatan perusahaan ini turun 5,86% (yoy) menjadi Rp 348,32 miliar. Manajemen menjelaskan, penurunan pendapatan bukan disebabkan volume penjualan, melainkan pergeseran pengakuan penjualan.
Sedangkan pertumbuhan laba di kuartal pertama 2025 ditopang penurunan harga bahan baku utama, cip, dan langkah efisiensi. “Hal ini diterapkan secara konsisten di seluruh lini bisnis, termasuk optimalisasi dana kas, pengelolaan modal kerja, dan lindung nilai valuta asing,” jelas Allan.
Di sisi lain, segmen non-security JTPE justru menunjukkan peningkatan 19% (yoy) dengan perolehan penjualan sebesar Rp 51,76 miliar. Sementara itu, segmen sekuriti yang menjadi kontributor terbesar penjualan di perusahaan mengalami penurunan tipis, yakni 9% (yoy) menjadi Rp 296,55 miliar.
Baca Juga
Penjualan lokal JTPE juga mengalami kenaikan, yakni 3% (yoy) atau mencapai Rp 286,45 miliar. Produk kartu pembayaran (payment) mendominasi penjualan perusahaan karena kebutuhan dari sektor perbankan yang terus ada dan berkembang.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja, manajemen berencana melakukan efisiensi di setiap lini bisnis, serta menjangkau pasar potensial dengan margin tinggi. “Dengan fondasi kinerja kuat dan strategi terarah, JTPE optimistis dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.” pungkasnya.
Jasuindo Tiga Perkasa merupakan emiten di bidang penyedia produk sekuriti digital dan percetakan sekuriti terintegrasi, mulai identitas, pembayaran, perlindungan merek, serta percetakan komersial.

