Harga Emas Melemah, Pasar Nantikan Laporan NFP AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas tertekan ke US$ 2.632 per troy ons pada Jumat (6/12/2024). Harga komoditas ini melemah di tengah kehati-hatian pasar menjelang rilis data non-farm payrolls (NFP) Amerika Serikat, yang bisa memberi arah sikap Federal Reserve terhadap penurunan suku bunga.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, klaim tunjangan pengangguran awal mingguan AS naik 9.000 menjadi 224.000 untuk pekan yang berakhir pada tanggal 29 November, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS hari Kamis. "Angka ini berada di atas estimasi awal dan lebih tinggi dari 215.000 pada minggu sebelumnya. Jumlah orang Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran meningkat, setelah minggu lalu menunjukkan pasar tenaga kerja terus melemah," tulis riset ICDX, Jumat (6/12/2024).
Baca Juga
Pada pertemuan sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengakui bahwa ekonomi AS dalam kondisi yang sangat baik dan pasti lebih kuat dari yang diharapkan. Bank Sentral AS dapat mengambil pendekatan yang sedikit lebih berhati-hati, dalam memangkas suku bunga menuju netral.
Pasar memperkirakan ada penurunan suku bunga Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed pada 17-18 Desember. Emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik di saat suku bunga rendah.
"Fokus pasar ke depan menunggu dengan kehati-hatian rilis data ekonomi penting AS, dengan perkirakan bahwa ekonomi AS menambah 200 ribu pekerja baru. Ini jauh lebih tinggi dari 12 ribu di bulan Oktober," ulasnya.
Baca Juga
Harga Minyak Turun di Tengah Penundaan Kenaikan Pasokan OPEC+
Terpengaruh Badai
Laporan NFP menyatakan bahwa estimasi payrolls tenaga kerja di beberapa industri AS terpengaruh oleh badai bulan lalu. Selain itu, tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 4,2% dari rilis sebelumnya 4,1%.
ICDX memproyeksikan harga emas turun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

