Direktur IESR: Pemerintah Perlu Perbaiki Strategi Bauran EBT
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Issential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meminta pemerintah menyusun strategi yang lebih baik, untuk mencapai target bauran energi terbarukan (EBT) pada 2025. Sebab, pada awal tahun ini, Dewan Energi Nasional (DEN) justru mengubah target bauran EBT 2025 menjadi 17-19%, dari sebelumnya 23%.
“Harusnya, ketika kita ingin mencapai target tertentu, maka kita menyusun strategi untuk mencapai target itu. Bukan sebaliknya,” kata Fabby dalam acara Energy Transition Outlook (IETO) 2025, yang digelar daring, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga
UMP Naik 6,5%, Menperin Agus Rencanakan Insentif Mobil Hybrid dan Listrik
Fabby menyebut, perubahan target ini membuktikan ketidakseriusan pemerintah dalam melaksanakan dan mengejar target yang ditetapkan. Sebab, dalam perjalanannya, persoalan yang menghambat kinerja energi terbarukan dari hari ke hari tetap sama.
“Masalah konsistensi kebijakan dan regulasi terus menerus muncul. (Persoalan) leadership juga seringkali muncul,” ucap dia.
Angin Segar dari Prabowo
Meski begitu, Fabby menyebut mendapat angin segar dari pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, saat menghadiri KTT G20 di Brasil dan KTT APEC. Dia menyebut pernyataan Prabowo tersebut tidak bisa dianggap omongan semata, karena disampaikan di ajang internasional.
“Apakah ini omon-omon atau serius? Saya menginterpretasikannya, Presiden menyatakan yang serius karena ini di forum internasional,” tutur dia.
Baca Juga
Bagi Fabby, pernyataan Prabowo merupakan tantangan serius bagi para menteri dan pembantunya di pemerintahan. Dia menegaskan masih ada masalah berupa diseminasi yang belum dijalankan.
“Ini tantangan dari Presiden Indonesia, dan mungkin berharap agar pembantu-pembantu Presiden menemukan cara terbaik mencapai target ini. Saya mengibaratkan transisi energi ini sebagai sebuah misi,” ujar dia.

