Usai Trump Dipastikan Menang, Kurs Rupiah Rebound Kamis Pagi
JAKARTA, investortrust.id – Setelah tertekan dalam beberapa hari akibat sentimen persaingan ketat pemilu presiden Amerika Serikat yang akhirnya dipastikan dimenangkan Donald Trump, rupiah pada Kamis (7/11/2024) pagi rebound. Hal ini didorong melemahnya indeks dolar AS.
Rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS pada Kamis pagi ke level Rp 15.764/USD hingga pukul 10.30 WIB. Berdasarkan data RTI, nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback menguat 64 poin atau 0,04%. Namun, secara year to date, rupiah masih terdepresiasi 2,4%.
"Trump kembali terpilih sebagai presiden AS dan menjadi presiden AS ke-47. Dari sisi parlemen AS, partai Republik juga unggul 51%," kata analis keuangan Cheryl Tanuwijaya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 6 November 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Harga Emas Antam Terperosok, Turun Rp 30.000 per Gram Kamis Pagi
Pada Kamis pagi, berdasarkan data Yahoo Finance, indeks dolar AS melemah 0,05 poin atau 0,05% dibanding hari sebelumnya, ke level 105,04. Namun, DXY ini masih menguat 3,66 year to date.
Sementara itu, berdasarkan kurs Jisdor BI, nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 15.840/USD pada Rabu 6 November 2024.
Indeks Dolar
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan sebelumnya, kemenangan Trump berpotensi memunculkan ketidakpastian pasar keuangan. “Kemenangan Trump akan menandai perang dagang akan berlanjut. Selain itu, diproyeksi berpengaruh terhadap penguatan dolar AS dan suku bunga AS yang akan tinggi,” kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga
Jaksa Agung Minta Jajaran Perbaiki Sistem di Daerah Setelah Usut Korupsi
Dinamika ini, lanjut Perry, akan berdampak ke seluruh negara. Ini khususnya emerging market, termasuk Indonesia.
Respons BI Hati-Hati
Perry menjelaskan tekanan nilai tukar, arus modal, dan ketidakpastian di pasar keuangan diproyeksi akan menjadi tantangan ke depan. Dia mengatakan untuk menghadapi tiga tantangan ini diperlukan respons secara hati-hati.
“Bank Indonesia untuk itu terus menyampaikan komitmen menjaga stabilitas. Selain itu, turun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bersinergi erat dengan pemerintah dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan),” kata dia.

