Ekonom Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2024 Melambat
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 pada Selasa (5/11/2024). Dua ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi triwulan III lalu melambat dibanding dua kuartal sebelumnya.
Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2024 sedikit melambat dibandingkan kuartal I yang mencapai 5,11% secara tahunan dan 5,05% secara tahunan pada kuartal II. "Kami memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,03% yoy pada kuartal III-2024," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Meski melambat, secara kuartalan, Andry memperkirakan PDB kuartal III-2024 tumbuh sebesar 1,58% quarter on quarter (qoq). Hal ini mencerminkan lingkungan permintaan domestik yang stabil, yang didukung oleh stimulus pemerintah," ujar dia.
Turunnya Belanja Pemerintah
Sementara itu, ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menyebut perlambatan ekonomi Indonesia terjadi seiring dengan turunnya belanja pemerintah secara drastis, sejak kuartal I-2024 dan kuartal II-2024. Hal ini setelah upaya percepatan penyelesaian proyek infrastruktur dan meningkatnya belanja menjelang periode pemilihan umum.
"Dominansi belanja pemerintah dalam komponen pertumbuhan ekonomi mungkin juga membuktikan lesunya produktivitas berbagai sektor di perekonomian Indonesia," kata Riefky.
Baca Juga
Buruh Minta Cabut Aturan Pengupahan dan UU Ciptaker, Menaker Yassierli Bilang Begini
Riefky mengatakan, untuk sisa tahun 2024, perekonomian Indonesia berpotensi tidak akan tumbuh signifikan, sebelum munculnya faktor musiman akhir tahun yaitu periode libur Natal dan Tahun Baru. Isu reformasi struktural masih menjadi permasalahan.
"Walaupun isu struktural memburuknya produktivitas telah berlangsung selama beberapa tahun, kondisi ini semakin terlihat jelas di 2024," ujar dia.
Riefky mengatakan tanpa adanya transformasi struktural dalam waktu dekat, perekonomian Indonesia akan terus mengandalkan faktor musiman untuk tumbuh. Ini membuat upaya untuk tumbuh di atas 5% membutuhkan dorongan lebih.
Di samping isu domestik, Riefky menjelaskan, berbagai faktor eksternal juga berpotensi memiliki dampak terhadap perekonomian Indonesia. Beberapa faktor eksternal yaitu berlanjutnya tensi tinggi geopolitik, masuknya era pelonggaran suku bunga moneter, dan rekonfigurasi agenda ekonomi berbagai negara pascaberlangsungnya pemilihan umum (pemilu) di berbagai belahan dunia. Selain itu, stimulus masif oleh pemerintah China, dan potensi disrupsi rantai nilai global kemungkinan akan memberikan dampak terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun mendatang.
"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, PDB Indonesia diestimasi akan tumbuh sebesar 4,96% secara tahunan pada kuartal III-2024 (rentang estimasi dari 4,94% hingga 4,98%), mengingat masih terjadi pelemahan daya beli dan tidak adanya faktor musiman yang mendorong pertumbuhan," kata dia.
Lebih lanjut, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,03% dengan rentang estimasi dari 5,00% hingga 5,05%, untuk tahun 2024.

