Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Keempat Kalinya
JAKARTA, investortrust.id – Untuk keempat kalinya, Sri Mulyani Indrawati dipercaya sebagai menteri keuangan. Prabowo Subianto menunjuk Sri Mulyani sebagai menteri keuangan Kabinet Merah Putih.
Di Kementerian Keuangan era Prabowo ini, Sri Mulyani akan dibantu tiga wakil menteri, yaitu Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu.
Sri Mulyani pertama kali menjabat sebagai bendahara negara ketika ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005. Namun pada Juni 2010, dia mengundurkan diri karena menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Pada 2016, Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan ditunjuk sebagai menteri keuangan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Kerja. Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, 2019-2024, Sri Mulyani kembali ditunjuk sebagai menkeu di Kabinet Indonesia Maju.
Saat dipanggil Prabowo untuk diminta menjadi menkeu, awal pekan ini, Sri Mulyani menyatakan bahwa dirinya bakal membantu Prabowo menyelesaikan masalah anggaran yang diperkirakan membengkak karena bertambahnya jumlah kementerian/lembaga negara.
"Kami akan membantu semaksimal mungkin adanya perubahan untuk kementerian-kementerian, baik perubahan nomenklatur maupun dari sisi pembagian tugasnya. Tujuannya supaya mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa bekerja secara lebih efektif," kata wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini.
Sri Mulyani mengaku bahwa Prabowo concern terhadap kondisi APBN dan dampaknya terhadap masyarakat. Prabowo menekankan pentingnya upaya optimalisasi pajak dan belanja negara.
Dalam pertemuan itu, kata Sri Mulyani, tidak ada pembicaraan soal pemecahan institusi di bawah Kementerian Keuangan. Seperti diketahui, sebelumnya beredar wacana tentang pemisahan Ditjen Pajak serta Bea Cukai dari Kementerian Keuangan menjadi Badan Penerimaan Negara (BPN).
Sri Mulyani menyelesaikan pendidikan SMP di Bandar Lampung dan meneruskan SMA di Semarang. Dia lulus Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1986, kemudian meraih Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, AS pada 1990. Dia kemudian meraih gelar Ph.D of Economics pada 1992.
Di pemerintahan, kariernya berawal sebagai staf ahli di Bappenas dan turut serta dalam berbagai tim kebijakan ekonomi Anggota Dewan Ekonomi Nasional pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Menjadi menteri keuangan pertama pada 2005 dan sempat menjadi Plt Menko Perekonomian pada 2008.
Di tingkat internasional, Sri Mulyani pernah menjadi Direktur Eksekutif IMF yang mewakili Asia Tenggara. Pada 2010, Sri Mulyani dipercaya menjadi Direktur Pelaksana di Bank Dunia sekaligus menjadi wanita Asia pertama yang menjabat posisi tersebut.
Baca Juga
Profil Sri Mulyani Indrawati, Calon Menkeu Prabowo dari 2 Fase Kepresidenan

