Profil Sri Mulyani Indrawati, Calon Menkeu Prabowo dari 2 Fase Kepresidenan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati datang ke kediaman presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). Sri Mulyani datang sekitar pukul 19.25 WIB.
Seusai pertemuan, Sri Mulyani mengaku diminta Prabowo untuk kembali menjadi menkeu di kabinet mendatang.
“Beliau meminta saya menjadi menteri keuangan kembali,” kata Sri Mulyani seusai bertemu dengan Prabowo.
Baca Juga
Sri Mulyani menjelaskan pertemuannya dengan Prabowo membahas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Termasuk penguatan Kementerian Keuangan, pendapatan hingga belanja negara.
“Beliau sangat perhatian bagaimana dampak APBN kepada masyarakat,” ujar dia.
Sri Mulyani bukan sosok baru sebagai menteri keuangan. Rekam jejaknya sebagai menteri keuangan digambarkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dua fase kepresidenan.
Fase pertama, kata Airlangga, Sri Mulyani menjadi menteri keuangan di era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Fase kedua, menteri keuangan di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
“Apakah ini persiapan fase tiga?” canda Airlangga saat peluncuran buku Sri Mulyani, No Limit, Reformasi Dengan Hati September 2024 lalu.
Baca Juga
Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani Ucapkan Selamat Ultah untuk Prabowo Subianto
Airlangga menggambarkan Sri Mulyani sebagai ekonom perempuan yang tangguh. Sri Mulyani digambarkan mampu melewati dua gelombang krisis perekonomian global. Krisis pertama yang dimaksud Airlangga, yaitu krisis keuangan global pada 2008-2009. Airlangga mengingat, Sri Mulyani memutuskan untuk menutup bursa saat itu.
Krisis kedua, yaitu pandemi Covid-19. Airlangga menyatakan dia dan Sri Mulyani berkolaborasi untuk menghadapi pandemi dengan mengimpor vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.
Profil Sri Mulyani
Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962. Dia menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986. Setelah itu, Sri Mulyani melanjutkan pendidikannya di University of Illinois Urbana Champaign, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics (1990) dan mendapatkan gelar PhD of Economics (1992).
Sri Mulyani disebut merupakan spesialis penelitian ekonomi moneter dan perbankan serta ekonomi tenaga kerja. Pada 5 Desember 2005, Sri Mulyani dilantik menjadi menteri keuangan oleh SBY.
Selain menjadi pengelola uang negara, Sri Mulyani juga mampu menakhodai Kemenkeu sebagai kementerian yang melakukan reformasi keuangan. Dia dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik Asia pada 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Namanya makin menduia setelah terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes pada 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
Sri Mulyani juga menjadi menteri keuangan terbaik 2006 oleh majalah Euromoney dan menjadi menteri keuangan terbaik di Asia di tahun yang sama oleh Emerging Market Forum.
Selain menjabat menteri keuangan, Sri Mulyani juga menjabat Plt Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Dari posisi ini, Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 1 Juni 2010.
Baca Juga
Enam tahun berselang, Sri Mulyani pulang kampung ke Indonesia. Dia dilantik Presiden Joko Widodo dalam kabinet kerja pada Juli 2016. Pada 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia.
Pada 23 Oktober 2019, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali untuk menjabat sebagai menteri keuangan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Jabatan ini adalah jabatan menteri keuangan yang ketiga kalinya bagi Sri Mulyani.
Jika kembali menjadi menkeu di kabinet Prabowo-Gibran, Sri Mulyani akan menduduki jabatan tersebut pada tiga kabinet berbeda.

