Anindya Tegaskan Kadin Mitra Strategis Dukung 5 Program Ekonomi Prabowo
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2024-2029 Anindya Novyan Bakrie menegaskan, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah sangat siap mendukung 5 program ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut disampaikan dalam pidato perdana Prabowo sebagai presiden Indonesia ke-8.
Hal itu disampaikan Anindya usai menghadiri prosesi pengucapan sumpah jabatan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Gedung MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Sebanyak 732 anggota MPR RI menyaksikan prosesi tersebut.
Baca Juga
Hadiri Pelantikan Presiden, Anindya Bakrie: Pelaku Usaha Menunggu Susunan Kabinet
Anin memuji pidato Presiden Prabowo. “Tadi ditekankan bahwa bangsa Indonesia akan berdaulat, adil, dan makmur ketika semuanya, termasuk kalangan wong cilik, juga bisa menikmati kemerdekaan. Terlihat sekali upaya Beliau (Prabowo) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami dari dunia usaha di dalam naungan Kadin tentunya sangat siap untuk mendampingi Beliau, sebagai mitra strategis,” ujar Anindya.
5 Program Penting
Ada lima hal penting yang Presiden Prabowo ucapkan dalam program ekonominya. Ini mencakup:
1. Pangkas Kemiskinan.
Prabowo berjanji bakal memangkas kemiskinan selama masa pemerintahannya. Ia percaya mampu melakukannya dengan baik, meski banyak pihak pesimistis akan target tersebut.
"Kita percaya dan yakin punya kekuatan menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Ini sasaran berat, bahkan banyak yang mengatakan sesuatu yang tidak mungkin. Pemimpin yang berani dan baik akan terpanggil untuk menghadapi yang tidak mungkin, dan mencari jalan agar yang tidak mungkin kita atasi. Bangsa yang berani adalah bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin," tegasnya.
Presiden meminta seluruh pejabat dalam negeri tidak menutup mata bahwa kemiskinan di dalam negeri masih sangat besar. Banyak dari mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak memiliki pekerjaan yang layak, sehingga anak sekolah tidak memiliki seragam layak.
Karenanya, ia berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat. Tujuannya, agar seluruh penduduk betul-betul merasakan arti kemerdekaan.
"Kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan, terlalu banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak-anak kita tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah," tegasnya.
Kita, lanjut Presiden, harus mengerti dan selalu sadar bahwa bangsa yang merdeka adalah bangsa di mana rakyatnya merdeka, bebas dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kelaparan. Selain itu, bebas dari kebodohan, bebas dari penindasan, bebas dari penderitaan.
2. Merombak bantuan masyarakat miskin menjadi subsidi langsung.
Prabowo berjanji akan memastikan subsidi bagi masyarakat miskin tepat sasaran. Salah satunya melalui skema penyaluran langsung.
"Kita harus berani meneliti dan kalau perlu kita ubah subsidi, harus kepada langsung keluarga-keluarga yang membutuhkan. Dengan teknologi digital, kita akan mampu membuat subsidi sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh," kata Prabowo.
3. Swasembada pangan.
Prabowo berjanji akan membawa Indonesia berswasembada pangan, paling lambat 5 tahun mendatang. Bahkan, bisa lebih cepat demi ketahanan pangan dalam negeri.
"Kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indoensia. Saya sudah memperlajari bersama pakar-pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat 4-5 tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia," ujarnya.
Menurutnya, swasembada pangan sangat dibutuhkan. Apalagi, banyak negara tidak mau menjual komoditas pangannya saat terjadi krisis, sehingga Indonesia harus bersiap dan semandiri mungkin.
"Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli, karena itu tidak ada jalan lain, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan," tuturnya.
4. Swasembada energi.
Prabowo juga berjanji membawa Indonesia mandiri energi. Apalagi, di tengah konflik di Timur Tengah, yang kerap membuat harga komoditas minyak bergejolak.
"Kita juga harus swasembada energi. Dalam keadaan ketegangan dan kemungkinan terjadi perang di mana-mana, kita harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, sulit kita mendapat sumber energi dari negara lain. Oleh karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu swasembada energi," sebutnya.
Swasembada energi ini akan dimulai dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada di dalam negeri. Caranya misalnya dengan mencampur bahan bakar minyak (BBM) dengan biofuel, seperti B30 yang sudah dijalankan.
"Kita diberi karunia oleh Tuhan, tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, singkong, tebu, sagu, jagung dan lain lain, bisa menghasilkan solar dan bensin. Kita juga punya energi bawah tanah geotermal yang cukup, batu bara sangat banyak, dan energi dari air sangat besar. Pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi," ucapnya.
5. Hilirisasi.
Prabowo juga berjanji akan melanjutkan kebijakan hilirisasi yang sudah dijalankan presiden sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi). Sebab, hilirisasi memberikan daya tambah untuk komoditas unggulan di dalam negeri.
"Kita harus melakukan hilirisasi kepada semua komoditas yang kita miliki. Nilai tambah dari semua komoditas itu harus menambah kekuatan ekonomi kita, sehingga rakyat bisa mencapai tingkat hidup sejahtera. Seluruh komoditas kita harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Menumbuhkan Ekonomi Baru
Anindya menambahkan, pelaksanaan program makan bergizi gratis pada anak usia sekolah yang menjadi unggulan pemerintahan Prabowo akan menumbuhkan ekonomi-ekonomi baru, didukung adanya lumbung pangan di mana-mana. “Ini membuat para pengusaha UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) akan menikmati. Karena ada pembeli dan ada pemakainya. Ini bagi Kadin tentunya benar-benar harus didukung, didorong, baik dari sisi pembiayaannya maupun industrialisasinya. Saya lihat niat dan visi dari Presiden sudah sangat jelas,” tegasnya.
Dia percaya, dengan adanya public private partnership (kerja sama antara pemerintah dan swasta atau dunia usaha, termasuk BUMN dan koperasi) akan berjalan dengan baik. Anindya menegaskan, Kadin Indonesia yang dibentuk pada 24 September 1968 berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 adalah mitra strategis pemerintah dalam bidang ekonomi.
Baca Juga
Hadiri Pelantikan Presiden, Anindya Bakrie: Waktunya Prabowo-Gibran Bangun Kesejahteraan Ekonomi
Anindya optimistis, kestabilan politik yang ada saat ini dapat mendukung kesejahteraan ekonomi. Yang paling penting, lanjut dia, masyarakat menjadi sejahtera, Indonesia menjadi negara yang adil dan beradab, serta tercapai keberlanjutan baik dari sisi pemerintahan, ekonomi, maupun lingkungan.
“Suatu kehormatan bisa menyaksikan pelantikan Presiden dan Wakil presiden, sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, yang undangannya kami terima beberapa hari lalu. Ini merupakan awal yang baik sekali untuk menuju Indonesia Emas 2045. Ini merupakan landasan yang penting untuk 10 tahun ke depan, yang dimulai dari 5 tahun di masa (pemerintahan) Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Anindya.

