Anindya Bakrie Tegaskan Kadin Indonesia Dukung Pemerintahan Prabowo Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan, ke depan pihaknya akan mendukung pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, ini penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Prabowo sendiri sudah mencanangkan delapan program yang akan dikerjakan selama menjabat sebagai Presiden Indonesia nanti. Di antaranya adalah meningkatkan sektor pertanian, kartu kesejahteraan, kenaikan gaji ASN, pembangunan desa dan pemberian bantuan tunai, mendirikan badan penerimaan negara, membangun infrastruktur, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga memberikan makan siang bergizi gratis kepada anak Indonesia.
Baca Juga
Pengurus Kadin 2024-2029 Diumumkan: Anindya Bakrie Ketum, Hashim Ketua Dewan Penasihat
“Ini semua adalah gol-gol yang mulia, di mana Kadin wajib hukumnya untuk mensukseskan,” kata Anindya Bakrie dalam acara Diskusi Ekonomi Pengusaha Internasional Senior Kadin Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Anindya memandang, program-program Prabowo-Gibran tersebut merupakan program hybrid antara kapitalisme dan sosialisme, yang mana biasa disebut sebagai Program Jalan Tengah. Adapun Program Jalan Tengah ini sendiri adalah ekonomi Pancasila.
“Kalau kita lihat di undang-undang kami di Kadin, cukup menarik bahwa di pasal kedua, kamar dagang dan industri berasaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas. Jadi kalau Kadin bersama pemerintah mensukseskan pemerintahan Pak Prabowo, itu memang ada di undang-undang,” ujar Anindya.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa Kadin bukan saja merupakan wadah dunia usaha, tapi juga pelaku. Pasalnya, Kadin bukan pemerintah maupun partai politik, tapi merupakan pelaku usaha, di mana memiliki kewajiban untuk menggerakkan perekonomian Indonesia.
Maka dari itu, menurutnya, dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk para pelaku usaha untuk bisa mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8% ini guna menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
“Bukan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 5-5,3 % itu jelek. Kita sangat bersyukur karena perekonomian negara lain dalam keadaan yang lebih sulit pasca Covid-19. Tapi, all due respect kita butuh 8% ini karena memang dunia juga berubah,” sebut putra sulung Aburizal Bakrie tersebut.

