Prabowo Ingin Cepat Atasi Stunting: Tidak Usah Lagi FGD!
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta persoalan stunting tak hanya dibicarakan di level akademis. Prabowo ingin masalah stunting segera dicarikan solusi.
“Ada stunting, ada kelaparan, apa tindakan kita? Tidak usah lagi FGD, FGD. It's too late! We don’t need to discuss! Look for the solution! Carry out the solution!” kata Prabowo saat menghadiri BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Prabowo mengatakan bangsa ini tidak boleh takut menghadapi masalah. Dia juga tak ingin membiarkan anak-anak Indonesia, tidak makan pagi.
Baca Juga
BKKBN: Pencegahan Stunting Harus Dilakukan dengan Pendekatan 'Extraordinary'
Untuk itulah, gagasan makan bergizi gratis itu muncul. “Salah satu tugas di depan kita adalah menyelamatkan anak-anak kita. Kita akan beri makan bergizi kepada semua anak-anak kita dan ibu-ibu yang sedang hamil,” ujar dia.
Prabowo mengatakan program makan bergizi gratis sudah dipelajari. Dia mengeklaim program ini sudah melewati ratusan uji coba di berbagai titik.
“Dan alhamdulilah uji cobanya sebagian besar sukses,” kata dia.
Melalui program ini pula, Prabowo mendapat informasi banyak perusahaan yang mengeluarkan inisiatif untuk memberikan makan bergizi gratis bagi karyawannya. Selain itu, terdapat pemerintah daerah (pemda) yang menggunakan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai program serupa.
Baca Juga
“Silakan. Mari kita masing-masing berbuat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” kata dia.
Dilaporkan laman Sekretariat Negara, angka prevalensi stunting pada 2024 ditargetkan sebesar 14%. Sebelumnya, pada 2023, angka prevalensi stunting pada 2023 tercatat sebesar 21,5%.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan terdapat beberapa indikator yang memerlukan perhatian serius, seperti ibu hamil KEK mendapat asupan gizi, anak balita dipantau pertumbuhan, balita gizi kurang mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan anak balita mendapat imunisasi dasar lengkap

