Atasi Pengangguran di Kalangan Gen Z, 3 Cawagub Berbagi Solusi
JAKARTA, investortrust.id - Pengangguran di kalangan generasi Z menjadi isu serius bagi Jakarta. Sebagai pusat ekonomi dan kota global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di level usia generasi Z sebesar 6,53% atau 355.000 orang per Agustus 2023. Data ini, menunjukkan bahwa 1 dari 6 orang muda di Jakarta menganggur. Batas usia dan pengalamam kerja menjadi beberapa penghalang serapan ke lapangan kerja bagi Generasi Z di Jakarta.
Melihat data ini, calon wakil gubernur nomor urut 3 Rano Karno mengklaim hampir 48% populasi generasi Z yang menganggur tersebar di berbagai strata kehidupan. Untuk itu salah satu kebijakan yang ditawarkan yaitu memangkas aturan syarat ijazah bagi petugas Pekerja Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta.
"Untuk PPSU nggak perlu ribet (cari) kerja dengan ijazah. Nggak perlu ijazah SMP, cukup SD karena PPSU itu menjadi tim pekerja kebersihan," ujar Rano Karno saat debat cagub dan cawagub Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2024).
Baca Juga
Atasi Kemacetan Jakarta, Dharma Pongrekun Bakal Tanamkan Budaya Antre ke Anak-Anak
Untuk meningkatkan penetrasi ke dunia digital, Rano Karno ingin membangun balai rakyat. Tempat itu akan menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) yang lebih modern.
"BLK modern ini bukan hanya untuk mesin, tapi juga untuk komputerisasi. Banyak swasta membuka sekolah animasi," kata dia.
Rano Karno menuturkan banyak animator asal Indonesia yang sudah merambah ke skala global. Dia menyebut contoh, terdapat belasan animator Indonesia yang berkontribusi dalam film laris di Holywood, Avatar.
Dia juga menawarkan panduan untuk para generasi Z terkait jurusan apa yang harus mereka pilih untuk masuk ke industri.
Calon gubernur nomor 1 Suswono ingin memastikan lapangan kerja yang cukup banyak. Salah satunya dengan program penciptaan pengusaha muda lewat inkubasi dengan dilengkapi akses permodalan.
"Anak-anak muda ini anak-anak kreatif. Asal diberikan permodalan, insyaallah mereka akan timbul kreativitasnya," kata Suswono.
Baca Juga
Suswono juga menyebut, dibutuhkan kegiatan sosial yang melibatkan anak-anak muda. "Yang lebih penting lagi pelatihan siap kerja dan nanti anak-anak muda akan magang di level provinsi, baik di BUMD dan kantor gubernur, mereka akan mendapat pelajaran langsung di lapangan," ujar dia.
Merespons isu ini, calon wakil gubernur nomor 2 Kun Wardhana menyoroti ketidaksesuaian antara kebutuhan keterampilan di pasar kerja dengan keterampilan yang dimiliki para tenaga kerja generasi Z. "Jadi ketidakcocokan ini membuat mereka tidak bisa bekerja secara optimal," ujar Kun.
Untuk itu, Kun memaparkan perlunya koordinasi antara dunia kerja dengan kalangan akademisi dan SMK untuk menyamakan persepsi dan membentuk sumber daya yang siap diserap oleh lapangan kerja. "Mereka nanti bisa diberikan kerja praktik di pasar kerja yang ada, sehingga bisa langsung ditempatkan di sana," ulas dia.
Selain itu, dia berharap generasi Z bisa menggunakan dunia digital untuk dijadikan investasi yang bisa menunjang peran mereka di duia kerja ke depan.

