Nilai Tukar Petani September Naik 0,38%
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan nilai tukar petani (NTP) pada September 2024. BPS menyebut NTP pada September 2024 sebesar 120,30, naik 0,38% dibandingkan Agustus 2024.
“Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,2%. Sedangkan indeks yang dibayarkan petani (Ib) turun 0,18%,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Terjadi Lima Bulan Beruntun, Deflasi September 0,12% Dikontribusi Makanan
Amalia mengatakan komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan It adalah gabah. Selain itu, kelapa sawit, kopi, dan karet.
Amalia menyebut peningkatan NTP tertinggi di subsektor tanaman perkebunan rakyat. Subsektor ini mengalami kenaikan 1,72% secara bulanan. Komoditas yang dominan memengaruhi indeks harga yang diterima petani pada subsektor ini adalah kelapa sawit, kopi, dan karet.
“Kenaikan ini karena indeks harga yang terima petani naik sebesar 1,49%. Sedangkan Ib turun sebesar 0,23%” kata dia.
Baca Juga
Sementara itu, NTP terdalam turun di subsektor hortikultura. Subsektor ini mengalami penurunan sebesar 6,41%.
"Penurunan di subsektor ini karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 6,51%, lebih dalam dari indeks yang dibayarkan petani 0,1%. Komoditas dominan yang memengaruhi indeks harga yang diterima petani adalah cabai rawit, cabai merah, dan tomat,” ujar dia.

