BPS Bantah Terjadi Manipulasi Data di Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti membantah terjadi data inflasi yang palsu di daerah. Ia menegaskan, angka yang dihasilkan BPS dapat dipertanggungjawabkan independensinya.
“BPS secara metodologi tertentu mengacu pada standar internasional. BPS pastinya menjaga indepensi pengolahan data maupun pengumpulan data secara independen, tidak ada intervensi dari pihak lain,” kata Amalia di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Terjadi Lima Bulan Beruntun, Deflasi September 0,12% Dikontribusi Makanan
Amalia mengatakan pengukuran penentuan harga dan pengumpulan harga di daerah juga menggunakan metode sampling tertentu. Dia mengatakan, langkah ini sesuai kaidah-kaidah metodologi statistik.
Selain itu, Amalia mengatakan BPS memiliki penjaminan kualitas dalam setiap proses pengumpulan data. Penjaminan kualitas dilakukan dalam setiap proses pelaksanaan survei sampai pengolahan data.
“Kami juga punya metode tertentu untuk pemilihan waktu, tempat, dan target responden untuk survei harga konsumen. Pemilihan waktu, tempat, dan lokasi pasar mengacu pada pedoman yang ditetapkan standar internasional dan penyelenggaraan statistik,” kata dia.
Baca Juga
Operasi Pasar Murah
Amalia menyebut soal operasi pasar murah yang merupakan langkah kongkret pemerintah untuk mengendalikan inflasi di suatu daerah. "Survei sangat dipengaruhi mekanisme pasar, dan saat ini tersedia banyak platform di pemerintah daerah untuk memantau harga tersebut. Yang jelas sampai detik ini kami, BPS, dapat menjaga independensi kami,” kata dia.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut modus baru kepala daerah yang mendatangi kantor BPS di tingkat kabupaten/kota daerah masing-masing. Kedatangan pejabat kepala daerah itu disertai permintaan untuk memanipulasi angka.
“Dan rekan-rekan harus hafal, mereka (pimpinan daerah) juga tahu, mengintip BPS kalau nggak bisa diajak bekerja sama. Supaya, mengintip BPS, biasanya mengambil sampel pasar di mana saja,” kata Tito saat Hari Statistik Nasional, yang dipantau daring.
Tito berharap BPS mulai memantau modus yang dilakukan pimpinan daerah tersebut. Pihaknya ingin data betul-betul akurat, supaya jangan sampai nanti salah.

