5 dari 6 Provinsi di Papua Mengalami Deflasi September
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi secara bulanan di lima dari enam provinsi di Pulau Papua. Secara nasional, deflasi terjadi secara bulanan sebesar 0,12% pada September 2024, dengan indeks harga konsumen (IHK) menurun dari Agustus lalu sebesar 106,06 menjadi 105,93.
Lima provinsi yang mengalami deflasi secara bulanan di Pulau Papua adalah Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat. Sementara itu, Papua Barat Daya mengalami inflasi bulanan sebesar 0,47%.
“Deflasi yang terjadi di Papua Barat karena turunnya harga cabai rawit dan tomat. Selain itu, tarif angkutan udara turun dan harga bensin,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Deflasi di Papua Selatan yang mencapai 0,74% secara bulanan didorong turunnya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Papua Pegunungan mengalami deflasi 6% secara bulanan, karena didorong turunnya harga cabai rawit, wortel, dan bawang merah.
Amalia mengatakan, di Papua Barat Daya terjadi inflasi 0,47% karena komoditas ikan segar dan tarif angkutan udara. “Secara umum, kalau kita lihat, komoditas pendorong inflasi Papua selaras dengan catatan nasional,” kata dia.
Baca Juga
Terjadi Lima Bulan Beruntun, Deflasi September 0,12% Dikontribusi Makanan
Sedangkan secara tahunan, inflasi pada September 2024 terjadi di seluruh provinsi di Pulau Papua. Papua Pegunungan tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 4,14%, Papua Tengah tercatat sebesar 3,83%, Papua Barat sebesar 2,91%, dan Papua Barat Daya 2,59%, sementara Papua tercatat sebagai provinsi dengan inflasi terendah di pulau ini yakni 0,82%.

