Zulhas Sebut Perekonomian di Pemerintahan Prabowo akan Lebih Baik
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut masa-masa awal pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dilantik pada 20 Oktober 2024 nantinya akan lebih baik. Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan sentimen perekonomian yang lebih baik dari sisi internal maupun eksternal.
"Hampir semua sinyal sebelum 20 Oktober saya bilang positif, hampir semua, dibanding awal-awal (periode) kedua Pak Jokowi, kita menghadapi pandemi covid, sekarang (mungkin) ada masalah (Konflik) Gaza tapi kan itu di luar sana, (konflik) Ukraina juga sudah lama," terang Zulhas saat berdialog dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Baca Juga
Mendag Ajak Kadin di Bawah Anindya Bakrie Tertibkan Barang Impor yang Salahi Ketentuan
Salah satu sinyal yang ia yakini sebagai tanda perekonomian Indonesia akan membaik di masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendatang, adalah tren nilai tukar rupiah yang terus mengalami apresiasi atau menguat terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS). Diketahui Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah menguat ke level Rp15.186/US$ per sore tadi.
Kemudian ia menuturkan, World Bank dan International Monetary Fund (IMF) telah memprediksi ekonomi global akan tumbuh di kisaran 3-3,3%. Dibandingkan dengan perekonomian global, ia menyebut perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik di kisaran 5,05%.
Sementara itu neraca perdagangan Indonesia disebut Zulhas menjadi salah satu sinyal positif perekonomian dalam negeri. Ia menyebut Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sekitar US$ 2,9 miliar per Agustus 2024 kemarin. Capaian ini melanjutkan catatan surplus 52 bulan secara beruntun.
"Agustus ini kita surplus terus, tertinggi, sudah 52 bulan, tanda-tanda ya untuk 20 Oktober yang tinggal (sekitar) 20 hari lagi," sambung dia.
Baca Juga
Bos GIPI Harap Anindya Bakrie Bawa Kadin Lebih Erat dengan Pemerintah
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan kondisi inflasi dalam negeri juga menjadi salah satu sinyal positif yang tidak dapat dilepaskan. Dikatakan Zulhas sejumlah komoditi pokok justru mengalami deflasi lantaran berkaitan dengan musim panen. Ia memperkirakan inflasi di akhir tahun 2024 akan lebih rendah dari 2023 pada kisaran 2 - 2,2%.
Diketahui, kedatangan Zulhas dalam rangka memenuhi undangan untuk berdialog sekaligus perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-56 Kadin. Ia didampingi oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang juga memandu jalannya dialog antara Mendag dengan sejumlah pengusaha.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang Industri (Kadin) periode 2024-2029 Anindya Novyan Bakrie menyatakan, untuk menjawab tantangan dan menggarap peluang bagi dunia usaha di tahun depan, Kadin akan melakukan dua hal. Yaitu menjadi mitra pemerintah dan merangkul semua pihak untuk berkolaborasi.
“Pertama, kita mesti menjalankan undang-undang sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Anindya, dalam sambutannya di acara Perayaan HUT Ke-56 Kadin Indonesia, bertema ‘Bersinergi, Bersatu, Naik Kelas Bersama untuk Indonesia’ yang diadakan di Menara Kadin Indonesia, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Menurutnya, saat ini Kadin terus mengawal masa transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin lalu dilanjutkan ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini dilakukan, karena posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.
Baca Juga
Jumpa Anindya Bakrie, Menteri AHY Ucapkan Selamat HUT Ke-56 Kadin Indonesia
Di sisi bersamaan, posisi Kadin juga semakin mendapat pengakuan besar dari pemerintah. Oleh karena itu, Kadin berupaya mendorong program-program pemerintah demi percepatan pertumbuhan ekonomi dan iklim dunia usaha.

