Menkeu Bertemu Prabowo, Anggaran Belanja K/L Melonjak 19% Jadi Rp 1.160,08 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan presiden terpilih Prabowo Subianto pada Senin (9/9/2024) membawa perubahan pada struktur anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L). Anggaran belanja untuk K/L yang awalnya di RAPBN 2025 direncanakan Rp 976 triliun mengalami pertambahan signifikan.
"Proses ini bertahap dari RAPBN yang besarnya Rp 976 triliun untuk belanja K/L kemudian terjadi perkembangan mengikuti diskusi yang dilakukan Ibu Menkeu dengan Bapak Presiden terpilih terakhir kemarin siang jadi beberapa tambahan," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta, di ruang Banggar DPR, Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Baca Juga
Beda Argumen Gubernur BI dan Menkeu soal Nilai Tukar dan SBN di Asumsi Makro RAPBN 2025
Isa mengatakan setelah pertemuan tersebut terjadi perubahan dari hasil belanja K/L yang sudah ditetapkan dalam rapat kerja antara pemerintah dengan Banggar DPR. Pada rapat kerja tersebut belanja K/L tercatat sebesar Rp 1.094,6 triliun.
“Itu hasilnya menjadi Rp 1.160,08 triliun jadi ada peningkatkan signfikan,” kata dia.
Isa menjelaskan dengan penambahan tersebut belanja non K/L mengalami koreksi. Pada RAPBN 2025, belanja non K/L yang tercatat sebesar Rp 1.716,39 triliun berubah di postur sementara menjadi Rp 1.606,78 triliun.
“Dengan sendirinya belanja non K/L dari Rp 1.606,8 triliun jadi Rp 1.541,4 triliun,” katanya.
Baca Juga
Menkeu Keukeuh Nilai Tukar Tetap Rp 16.100/US$ di RAPBN 2025
Perubahan yang terjadi dalam belanja non K/L terdapat pada program pengelolaan belanja lainnya. Program ini awalnya, di RAPBN 2025, tercatat sebesar Rp 665,15 triliun menjadi Rp 556,65 triliun.
“Belanja lainnya berkurang karena sebagian sudah kita geser ke belanja K/L dari Rp 556,7 triliun jadi Rp 491,2 triliun,” ujar dia.
Secara total, belanja pemerintah pusat tidak mengalami perubahan dari postur sementara yang telah dibahas di rapat kerja dengan Banggar DPR. Belanja pemerintah pada 2025 diproyeksikan bakal mencapai Rp 2.701,44 triliun.
Defisit Sekitar 2,53% PDB
Dari sisi pendapatan, meski belum menjadi pembahasan di Banggar DPR, pada postur sementara tercatat sebesar Rp 3.005,13 triliun. Melihat angka tersebut, Isa menyebut defisit tetap terjaga pada kisaran 2,53% dari PDB atau Rp 616,19 triliun.
“Dan disepakati bahwa nominal defisit dijaga tetap sebesar Rp 616,19 triliun atau 2,53% dari PDB,” ujar dia.

