Sejak 2010, Pemerintah Tahan Laba Sebesar Rp 1.604,54 untuk Naikkan Ekuitas BUMN
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menahan laba atas kepemilikan saham di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 2010. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) I Suahasil Nazara menjelaskan sejak 2010 total laba bersih yang dimiliki pemerintah di BUMN sebesar Rp 1.604.54 triliun.
“BUMN terus melakukan operasi maka BUMN tersebut laba, laba ditahan (milik pemerintah) totalnya Rp 1.604,54 triliun. Ini menambah ekuitas juga,” kata Suahasil saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Suahasil mengatakan pemerintah terus menambah nilai investasi jangka panjang ke BUMN. Berdasarkan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LKIP) yang dipaparkan, nilai investasi jangka panjang pemerintah di BUMN pada akhir 2023 mencapai Rp 4.077,23 triliun.
“Terdiri dari Rp 3.779,77 triliun untuk investasi permanen dan Rp 297,46 triliun untuk investasi non-permanen,” ujar dia.
Baca Juga
Pemerintah akan Naikkan Target Penerimaan Dividen BUMN ke Rp 90 Triliun
Dalam investasi permanen, kata Suahasil, terdapat investasi untuk badan layanan umum (BLU) dan investasi lainnya yang terdiri dari Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), dan BPJS. Investasi untuk BLU sebesar Rp 8 miliar dan untuk yang lainnya sebesar Rp 686,54 triliun.
“Investasi BUMN, badan usaha lainnya, dan lembaga keuangan internasional (LKI) sebesar Rp 3.093,2 triliun,” kata dia.
Investasi untuk BUMN pada 2022 sebesar Rp 2.927,39 triliun. Sementara investasi untuk badan usaha lainnya sebesar Rp 133,48 triliun dan LKI sebesar Rp 32,15 triliun.
“Apa artinya lembaga keuangan internasional? Artinya adalah negara Indonesia adalah pemilik saham pada World Bank, Asian Development Bank, juga Islamic Development Bank, dan juga Asian Infrastructure Bank,” ujar dia.
Baca Juga
Kementerian BUMN Pastikan Masalah Meterai Elektronik Tak Ganggu Pengembangan Aplikasi INA Digital
Khusus BUMN, kata Suahasil, pemerintah terus menguatkan perannya. Pada 2010, Suahasil memaparkan ekuitas BUMN sebesar Rp 509,22 triliun. Angka ini kemudian melonjak hingga menjadi Rp 2.927,39 triliun. Angka ekuitas tersebut di luar dividen ke pemerintah yang telah diberikan BUMN selama periode 2010-2023 sebesar Rp 564,23 triliun.
“Dalam periode 2010-2023, pemerintah itu melakukan PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 366,99 triliun tentu ini menambah ekuitas. BUMN juga memiliki laba ditahan yang totalnya Rp 1.604,54 triliun. Penyesuaian ekuitas lain adalah penyesuaian nilai investasi dan revaluasi aset Rp 841,05 triliun dan penyesuaian investasi lainnya, Rp 169,82 triliun,” ujar dia.

