Kurs Rupiah Melemah Jelang Akhir Pekan ke Rp 15.716/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (16/8/2024). Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang Garuda melemah 29 poin ke level Rp 15.716/USD.
Meski melemah, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual melihat pasar masih merespons positif ekonomi domestik. "Selain masih terkait sentimen ekspektasi penurunan suku bunga The Fed bulan depan, pasar juga menyambut positif pidato RAPBN 2025 yang menargetkan defisit terukur sebesar 2,5% dari PDB (produk domestik bruto)," kata dia kepada Investortrust.id, Jumat (16/8/2024).
Baca Juga
Polri Dapat Alokasi Anggaran Rp 126 Triliun, Ini 5 Program yang Akan Dilaksanakan
Sementara itu, analis PT Laba FOrexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyoroti menguatnya indeks dolar AS dalam perdagangan hari ini. Hal itu didorong oleh fundamental ekonomi negeri Paman Sam.
Pada hari Kamis, dijelaskan Ibrahim, Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel naik 1,0% bulan lalu. Ini melampaui perkiraan kenaikan 0,3%.
Angka terpisah juga menunjukkan 227.000 orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran minggu lalu, lebih sedikit dari yang diharapkan 235.000. Hal itu memicu optimisme baru mengenai pertumbuhan ekonomi AS.
Para pedagang yakin The Fed akan memangkas suku bunga pada 18 September. Tetapi, mereka memperdebatkan besarnya pengurangan tersebut.
Baca Juga
Sri Mulyani: Perang Dagang Masih Hantui Perekonomian Global Tahun Depan
Peluang saat ini 25% untuk pemotongan Fed Funds Rate sebesar 50 basis poin. Ini turun dari 36% sehari sebelumnya, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
"Sementara bila melihat data penggajian bulanan secara mengejutkan lemah di awal bulan ini mendorong peluang pemotongan yang lebih besar menjadi 71%," tutur Ibrahim.

