IMF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun ke 5% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 5%. Pada 2025, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia naik menjadi 5,1%.
Prediksi pertumbuhan ekonomi 2024 itu di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 sebesar 5,05%. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mempertimbangkan permintaan domestik yang dinamis, dengan mengimbangi tekanan dari harga komoditas,” tulis laporan IMF, diakses Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi 5,05% Kuartal II, Industri Pengolahan 3,95%
Inflasi di Rentang Target
Sementara itu, IMF memproyeksikan inflasi berada di titik tengah kisaran target dari waktu ke waktu. Sedangkan ekspor riil akan tumbuh dengan laju yang lebih lambat, sementara pertumbuhan impor akan pulih sejalan dengan permintaan domestik.
"Hal itu mengarah pada defisit transaksi berjalan yang moderat pada tahun 2024-2025. Sedangkan surplus neraca pembayaran akan terus menguat dari waktu ke waktu, mencerminkan peningkatan aliran masuk atau Foregin Domestic Investment (FDI) dan portofolio yang mendukung peningkatan cadangan devisa,” tulis IMF.
Secara umum, risiko-risiko yang muncul relatif di antara volatilitas harga komoditas misalnya akibat guncangan geopolitik, perlambatan ekonomi mitra dagang utama Indonesia, atau rambatan dari suku bunga kebijakan yang tinggi dan berkepanjangan di negara-negara maju.
Baca Juga
Kelas Menengah Turun 8,5 Juta, Masih Dibebani Kenaikan Pajak
Lemahnya Kerangka Kerja Makro-Fiskal
Dari sisi domestik, melemahnya kerangka kerja makro-fiskal yang telah lama ada dapat menghambat kredibilitas kebijakan. Sisi positifnya, lanjut IMF, pertumbuhan yang lebih kuat dari yang diantisipasi di negara-negara mitra dagang atau pelonggaran kebijakan moneter yang lebih cepat dari yang diperkirakan dapat memperkuat pertumbuhan.
“Reformasi struktural yang lebih dalam dari yang diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan dalam jangka menengah,” tulis laporan itu.
IMF juga mengapresiasi kinerja ekonomi Indonesia yang kuat. Lembaga dunia ini sepakat bahwa risiko-risiko secara umum seimbang dalam jangka pendek, dengan tetap memperhatikan ketidakpastian yang signifikan dari kondisi keuangan global yang lebih ketat, ketegangan geopolitik, dan volatilitas harga komoditas.
“Para direktur IMF menyambut baik komitmen pemerintah RI terhadap disiplin fiskal. Mereka menganggap bahwa defisit yang sedikit lebih sempit pada tahun 2024 dan 2025 akan mendukung pertumbuhan sambil menjaga ruang fiskal, untuk membantu merespons risiko penurunan,” paparnya.
Baca Juga
Rupiah Diperkirakan Menguat ke Level Rp 15.800 per US$ pada Akhir Tahun 2024
Dimungkinkan Countercyclical dan Transparansi
IMF juga melihat adanya ruang memperkuat kerangka fiskal untuk memungkinkan lebih banyak kebijakan countercyclical dalam pagu anggaran. IMF mendukung upaya untuk memperkuat mobilisasi pendapatan dan merampingkan subsidi energi.
Para anggota Dewan Direktur IMF juga menyambut baik penurunan inflasi ke kisaran target dan setuju bahwa stance kebijakan moneter harus tetap bergantung pada data, dengan nilai tukar yang fleksibel yang berperan sebagai peredam guncangan. “Mereka setuju bahwa intervensi pasar valuta asing harus dilakukan secara bijaksana dalam guncangan dan keadaan tertentu, dengan tetap menjaga cadangan devisa. Beberapa direktur mendorong pihak berwenang untuk menyediakan data intervensi valuta asing. Para direktur mendukung upaya-upaya untuk memperdalam pasar keuangan dan memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter,” tulis laporan tersebut.
IMF juga merespons secara baik komitmen pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 dan langkah-langkah yang diambil untuk membatasi emisi gas rumah kaca dan deforestasi.

