Thomas Djiwandono Kaget Jumlah Desa Mandiri Naik 1.938% Akibat Gelontoran Dana Desa
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono terkejut jumlah desa mandiri melonjak sejak bergulirnya dana desa. Thomas mengatakan dana desa yang bergulir pertama kali pada 2015 dengan alokasi Rp 20,8 triliun terus meningkat tiap tahunnya.
“Pada APBN 2024 jumlah dana desa digulirkan Rp 71 triliun,” kata Thomas saat menghadiri Seminar Transparansi Dana Desa dan Pengentasan Kemiskinan, yang digelar di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga
Sebagai gambaran, anggaran sebesar Rp 71 triliun ini setara dengan dana yang ditetapkan untuk program makan bergizi gratis pada APBN 2025.
Thomas atau Tommy Djiwandono mengaku terkejut mengenai sebaran positif dana desa. Dia menyebut berdasarkan indeks desa membangun yang diterbitkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDTT) status desa mandiri mengalami peningkatan.
Berdasarkan laman resmi Indeks Desa Membangun, jumlah desa mandiri sebanyak 840 desa pada 2019. Angka ini mengalami lonjakan sebesar 1.938% menjadi 17.122 desa pada 2024.
“Mudahan-mudahan statistik saya benar,” kata dia terkejut.
Sementara itu, kata Thomas, dana desa juga menekan angka desa tertinggal dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, indeks desa membangun mencatat desa tertinggal sebanyak 17.626 desa. Status desa tertinggal ini kemudian menunrun menjadi 5.292 desa pada 2024 atau turun 69,97%.
“Ini menjadi salah satu bukti dampak positif dana desa bagi kemajuan desa,” kata dia.
Baca Juga
Desa Nglanggeran Akan Dijadikan Percontohan Pemanfaatan Dana Desa
Thomas menyebut selama 2015 hingga 2023, pemanfaatan dana desa telah menghasilkan berbagai capaian. Beberapa capaian itu, di antaranya menunjang aktivitas perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Thomas berharap, arah kebijakan penggunaan dana desa pada 2024 yaitu terus difokuskan untuk menangani kemiskinan ekstrem, mendukung ketahanan pangan, dan penurunan stunting.
“Serta (menyasar) sektor prioritas desa sesuai potensi dan karakteristik desa itu sendiri,” kata dia.

